Sabtu, Juli 20, 2024

Ayo Belajar

Baca Juga

Oleh : Rizanul Arifin
Awak kok jadinya rada-rada cemana gitu memulai pagi Senin ini. Keknya ada betolnya kalok The Boomtown Rats sampe nyanyikan lagu I Don’t Like Mondays yang ditulis Bob Geldof, kaloknya segala sesuatu terulanh dan berulang macam gini-gini aja nya.

Hehehe antah laaaaa kondisi macam ni kok bisa-bisanya bertahan di kampong awak ni, antah karena orang-orang pande, yang di atas-atas sana kebanyaan sekola, antah kurang belajar dan membaca kondisi berjalan.

Awak tak tau antah karena sistim persekolahan kampong awak pon salah set sama orang-orang pande tu sehingga banyak hasilnya macam orang tak belajar. Hehehe tengok klen laaa petinggi-petinggi yang sering muncul di TIPI tu. Kadang awak gak ngerti dia cakap apa dan kadang awak malah bingung kok sampe ati laaaa mereka cakap macam tu?

Keknya memang kita beda dibanding kampong-kampong laen. Kebetolan awak pernah nengok beberapa sekolah di kampong orang, ada yang hamper sama macam sekolah kita, tapi banyak juga yang beda. Ada yang lebeh baek, tentu juga ada yang lebeh burok. Kita tengok yang baek-baek laaaa.

Satu diantaranya di Jepang. Keknya ada yang patut diconto laaaa. Orang Jepang banyaj dikatakan pintar, bukan berarti orang kita tak ada. Banyak pon, anak-anak kita yang sekolah tinggi walau saat ini kebanyakan didominasi anak orang kaya, tapi bukan berarti anak orang biasa dan miskin juga tak bisa sekolah tinggi dan jaoh sekali pon, ada kok, juga banyak, itu karena pintar.

Kalau awak tengok lebeh jaoh, sopan santun dan penuh semangat menjadi satu dari beberapa perbedaan antara anak-anak kita dan anak-anak di Jepang. Selain itu mereka juga sosok pekerja keras dalam segala bidang. Hehehe kalok ini awak tak heran kalok mereka bisa bawa Jepang menjadi negara paling maju di Asia.

Kalok awak tengok sekolah orang tu, ternyata sistem pendidikan mereka bisa mencetak generasi muda yang cekatan dan sangat cerdas dalam segala hal, karena di Jepang, pelajaran tentang etika dan moral lebih diutamakan ketimbang ilmu pengetahuan. Tros, sekolah mereka gak ada Office Boy atau petugas kebersihan. Dengan begitu siswa di sana terlatih untuk mandiri dan membersihkan kelas bersama dengan gotongroyong, hehehe padahal dulu itu kebiasaan bangsa kita kaan?

Awak sempat gak caya laaa kalok di Jepang, tingkat kehadiran siswanya adalah 99 persen. Konon sistim yang diterapkan di sekolah membuat anak-anak Jepang merasa nyaman, aman dan sekolah tu ngangenin laaa. Mereka bahkan bangga sama seni tradisi, karena dikenalkan dan diajarkan. Jadi jangan heran walau saat ini seni kontemporer semisal Anime, Harajuku dan lainnya berkembang di sana, murid-murid di Jepang bahkan generasi muda menghargai seni tradisional negeri sendiri.

Ada hal menarik yang bisa menciptakan kebersamaan antara seluruh murid dan guru di sekolah, mereka biasa makan di ruangan bersama-sama. Dengan begitu kesenjangan sosial atau membeda-bedakan satu sama lain di Jepang bisa sangat kecil. Itu hebat dan #LebihManusiawi.

Itu baru di Jepang, banyak lagi negeri lain yang punya sistim baek dan itu bertahan lama bukan ganti menteri ganti kebijakan. Kalau saja pengambil kebijakan negeri ini bijak, sebetolnya kearifan lokal kita juga banyak yang lebih bernilai kok.

Teros, kalok kita lihat di berbagai negeri laen, kalau pun ada disrupsi dalam dunia kerja bukan berarti maknanya harua sama di dunia pendidikan formal. Hal itu bisa melemahkan generasi, apalagi kalok sanpek dilemahkan secara sistematis. Sebab yang bisa disrupsi itu paling hanya berapa orang dari sejuta. Awak yakeen itu, sebab sejaoh ini belum ada angka nyata perbandingan anak-anak yang berhasil karena disrupsi dengan yang berhasil karena sekolah formal hehehe. Cocok klen rasa? []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Skenario Menggagalkan Dolly Pasaribu Maju Calon Bupati Tapsel Jalur Independen

mimbarumum.co.id - Pemilihan Calon Bupati Tapanuli Selatan akan digelar pada 27 November 2024 mendatang. Sederet cara pun dilakukan oleh orang-orang...

Baca Artikel lainya