Dari Sawah ke Pasar, Pemkab Deli Serdang Pastikan Alat Gratis dan Bawang Petani Terserap

Berita Terkait

mimbarumum.co.idPemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang mulai merapikan mata rantai pertanian dari hulu ke hilir. Tak hanya memastikan air mengalir ke sawah, pemerintah juga menjamin alat produksi tersedia dan hasil panen terserap pasar.

Komitmen itu ditegaskan Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan saat meninjau normalisasi saluran irigasi di lahan pertanian Kelompok Tani Jaya Tani, Dusun Madiun, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Sabtu (31/1/2026).

“Normalisasi irigasi ini penting untuk menjamin keberlanjutan produksi pertanian, khususnya menjelang musim tanam,” kata Bupati di hadapan petani.

Usai meninjau irigasi, Bupati turun langsung ke lahan panen bawang di Dusun PW Asri A. Di sela dialog, petani menyampaikan kebutuhan alat pertanian, mulai dari rotari hingga mesin tanam, untuk mengejar produktivitas.

Respons Bupati tegas dan langsung.

“Saya pastikan, musim tanam bulan tiga nanti alatnya sudah ada. Silakan dipinjam melalui UPT,” ujarnya.

Tak berhenti di situ. Bupati menegaskan, peminjaman alat dan mesin pertanian (alsintan) diberikan gratis, tanpa biaya sewa maupun perawatan.

“Tidak ada biaya sewa. Tidak ada biaya pemeliharaan. Petani hanya menyiapkan minyak sesuai kebutuhan,” tegasnya.

Dalam dialog terbuka tersebut, petani memaparkan potensi usaha bawang yang cukup menjanjikan. Dari lahan empat rante, produksi bisa mencapai satu ton dengan estimasi keuntungan sekitar Rp5 juta. Daya simpan bawang pun mencapai satu bulan.

Melihat potensi tersebut, Bupati mendorong agar hasil panen tidak lagi bergantung pada tengkulak luar daerah. Pemkab membuka jalur pemasaran melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bhinneka Perkasa Jaya sebagai offtaker.

“Kita ingin bawang petani diserap di daerah sendiri. BUMD kita siap mengambil hasil panen. Tidak hanya satu ton, ratusan kilogram pun akan ditampung,” ujar Bupati.

Ajakan tersebut langsung disambut positif para petani. Kerja sama dengan BUMD dinilai memberi kepastian pasar dan stabilitas harga, sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

Dukungan juga datang dari PT Pupuk Indonesia. Manager Sumatera Utara 1, Rizki Putra Phonna, menyampaikan kesiapan pendampingan teknis, termasuk uji kualitas tanah.

“Kami punya mobil uji tanah. Sebelum bulan tiga, bisa kami usulkan untuk digunakan di sini,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya penggunaan pupuk organik untuk menjaga kesuburan lahan dalam jangka panjang.

“Tiga sampai empat musim tanam sebaiknya menggunakan pupuk organik. Tanah kita sudah terlalu sering terpapar pupuk kimia,” pesannya.

Langkah ini menegaskan arah kebijakan Pemkab Deli Serdang: pertanian tidak hanya soal tanam dan panen, tetapi juga kepastian alat, pasar, dan keberlanjutan usaha petani.

Reporter: Ngatirin/rel

Tinggalkan Balasan

spot_img

Berita Pilihan

Kualanamu – Bandung Kian Terhubung, Super Air Jet Buka Rute Lanjutan ke Bali

mimbarumum.co.id - Konektivitas dari Sumatera Utara semakin luas. PT Angkasa Pura Aviasi resmi menyambut pengoperasian penerbangan Super Air Jet...