Ini Penyebab Harga Migor Bertahan Mahal

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Meski Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 sudah berakhir, harga minyak goreng dan telur masih bertahan mahal. Padahal, sejumlah harga bahan kebutuhan pokok sudah turun sejak jauh hari.

Ketua Tim Pemantau Harga Pasar Sumut Gunawan Benjamin menuturkan di wilayah Sumut, harga minyak goreng sempat turun sekitar Rp 250 rupiah per kg. Tetapi hanya sesaat. Itupun hanya berlaku untuk minyak goreng kemasan.

“Untuk minyak goreng curah harganya tetap naik. Penurunan harga minyak goreng yang terjadi di 3 hari yang lalu itu. Saya nilai pengaruhnya oleh faktor penurunan harga CPO yang sempat menyentuh 4.295 ringgit per ton di Desember 2021,” terangnya, Jumat (7/1/2022).

Sekarang, sambung dia, CPO kembali lagi kisaran harga 5.000-an ringgit er ton. Bertambah sulit berharap harga minyak goreng bisa turun lagi. Dari pantauan PIHPS (Pusat Informasi Harga Pangan Strategis), Kini minyak goreng curah di Kota Medan di kisaran Rp 18.000 per Kg. Dan tertinggi ada di Gunung Sitoli sekitar Rp 20.250 per kg.

Harga Naik Setelah Tahun Baru

Untuk harga telur ayam juga demikian. Harga telur ayam justru mengalami kenaikan setelah perayaaan tahun baru usai. Saat ini di kisaran harga Rp 27 ribuan per kg di sejumlah pasar tradisional di Kota Medan. Sementara yang paling mahal ada di Gunung Sitoli sekitar Rp 35 ribuan per Kg nya.

“Kalau membandingkan harga pada bulan Desember, telur ayam itu paling mahal di kisaran Rp 24 ribuan per Kg di Kota Medan,” terang dosen UIN Sumut ini.

Kata Gunawan, dari hasil observasi lapangan, memang terjadi kenaikan harga pakan ternak sekitar 3% dari harga sebelumnya. Kenaikan harga tersebut terjadi di tingkat produsen. Tetapi kenaikan harga telur ayam di awal Januari ini mencapai 12% daripada harga akhir pekan Desember 2021 kemarin.

“Ini kenaikan yang cukup tinggi,” terangnya.

Pada sisi lain, ikan segar juga memang masih bertahan mahal, stok belum memadai di pasar. Akan tetapi harga daging ayam masih bertahan di kisaran Rp 38 ribuan per Kg. Tidak banyak perubahan. Kalau mengacu kepada konsumsi, setelah tahun baru ini seharusnya konsumsi telur ayam turun.

Jadi, imbuh dia, dugaannya ada di tingkat peternak sebagai produsennya. Namun perlu kita kaji lebih dalam lagi. Mudah-mudahan sepekan ke depan kita sudah dapat menemukan masalah mendasar kenaikan harga telur ayam saat ini.

“Saya tetap mewanti-wanti bahwa di tahun ini ancaman inflasi tinggi itu masih terlihat. TPID dan pemerintah harus terus berada di pasar. Karena sejauh ini harga sembako masih bertahan mahal. Kecuali cabai merah yang harganya masih di kisaran Rp 20 ribuan per Kg. Kita perlu mewaspadai kemungkinan kenaikan harga pangan yang di picu oleh peningkatan biaya produksi dan konsumsi,” tuturnya.

Harga sejumlah kebutuhan pangan masyarakat berangsur turun belakangan ini. Sejumlah harga sayur mayur perlahan mulai turun. Harga cabai rawit yang menjadi penyumbang inflasi terbesar di Desember juga mulai turun. Kalau sebelum tahun baru 2022 harga cabai rawit sempat menyentuh Rp 62 ribuan per Kg. Saat ini harga cabai rawit  di kisaran Rp 52 ribuan per Kg.

Reporter : Siti Amelia

Tinggalkan Balasan

spot_img

Berita Pilihan

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Terus Dorong Upaya Pemulihan Pasca Banjir Bandang “Galodo” di Kabupaten Solok

mimbarumum.co.id – Penanganan pemulihan pasca bencana menjadi langkah yang harus masif dilaksanakan agar masyarakat dapat beraktivitas normal kembali. Pertamina...