mimbarumum.co.id – Dalam upaya memperkuat kompetensi siswa dan lulusan, SMA Negeri 13 Medan melakukan studi banding ke SMA Negeri 1 Plus Matauli Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) pada 19 sampai 21 Desember 2021 lalu.
Rombongan berjumlah 40 orang guru dipimpin langsung Kepala SMAN 13 Medan Mukhlis SPd disambut langsung Kepala SMAN 1 Plus Matauli Pandan Deden dalam suasana penuh kekeluargaan dan keakraban.
“Kegiatan ini sangat positif, karena SMAN 13 Medan mendapatkan masukan dapat mengetahui langsung proses pembelajaran dan kurikulum di sekolah unggulan di Sumatera Utara. Karena banyak lulusannya yang diterima di perguruan tinggi negeri dan sekolah kedinasan seperti Akpol, Akmil dan lainnya,” kata Kepala SMAN 13 Mukhlis menjawab wartawan di sekolahnya, Kamis (23/12/2021).
Kata dia, sebenarnya rencana studi banding itu dilaksanakan di 2020 namun karena pandemi Covid-19 maka baru terlaksana di tahun 2021 ini. Salah satu perbedaan adalah SMAN 1 Plus Matauli Pandan merekrut calon siswa berprestasi dari seluruh Indonesia dan bukan hanya siswa berasal dari Provinsi Sumatera Utara.
“Sistem rekrut siswa tanpa menggunakan jalur zonasi dan hanya bagi siswa berprestasi yang bisa diterima masuk di sekolah itu. Itulah yang membedakan sekolah plus unggulan dengan SMAN 13 Medan,” ujarnya.
Dalam studi banding itu, SMAN 13 bisa mencontoh model-model kurikulum pembelajaran dan beasiswa ke luar negeri agar lulusan sekolah ini bisa lebih baik.
“Sehingga melalui pertemuan singkat ini, kita berupaya agar sekolah ini bisa meningkatkan mutu lulusan dan kompetensi siswa bisa masuk ke PTN, sekolah kedinasan atau Akpol maupun Akmil,” harapnya.
Mukhlis merasa kagum melihat keberhasilan siswa diterima di PTN, sekolah kedinasan dan lainnya. Alasannya karena kompetensi anak didiknya lebih baik sehingga ditiru trik-trik bagaimana meningkatkan kompetensi siswanya.
Sementara Kepala SMAN 1 Plus Matauli Pandan Deden mengapresiasi studi banding SMAN 13 Medan yang ingin belajar tentang keberhasilan siswanya.
“Kita punya yayasan dan sekolah bekerjasama memperoleh bantuan pendidikan dan uang sekolahnya, asrama siswa dan seragam siswa juga beda dengan sekolah negeri lain,” katanya.
Lebih lanjut, para siswa dididik secara khusus agar bisa meraih prestasi akademik dan memperoleh beasiswa. Atas dukungan sarana, prasarana lengkap diberdayakan semuanya untuk pelayanan pendidikan dan belajar siswa.
Saat ini, sekolahnya berjumlah 1200 orang lebih siswa dan mencari bibit-bibit siswa yang handal di bidang akademik mempunyai keunggulan pembelajaran dan kurikulum dan melahirkan bibit-bibit berprestasi.
Reporter : M Nasir


