Ratusan Ekor Babi Mati di Karo

Berita Terkait

mimbarumum.coi.id – Ratusan ekor ternak babi di Tanah Karo mati terserang virus. Terhitung sejak Jumat (24/10/2019) hingga Kamis (31/10/2019) sudah 200 ekor babi mati.

Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Karo Metehsa Purba mengatakan sebelum ternak mati terdapat gejala-gejala yaitu bintik merah pada telinga, napas terengah-engah, nafsu makan berkurang hingga akhirnya mati.

Kata Purba lagi, pihaknya juga telah menyurati Balai Veteriner di Medan untuk melakukan pemeriksaan ke lapangan.

Baca Juga : Jumlah Babi Terkena Hog Cholera Bertambah

“Dari Balai Vet langsung turun ke lapangan untuk mengambil sampel, namun bagaimana hasilnya sampai hari ini belum kita terima,” terangnya.

Dinas Pertanian dan Peternakan Karo terus melakukan sosialisasi ke tengah-tengah masyarakat, terutama yang memelihara babi dan melakukan disinvektan (penyemprotan) terhadap ternak.

“Kita terus menghimbau masyarakat agar tidak membeli ternak babi dari luar Kabupaten Karo. Hindari berkunjung ke lokasi atau kandang.  Makanan atau pakan ternak jangan dari sembarangan dan sedapat mungkin dimasak sebelum diberikan ke ternak. Jangan memotong ternak yang sakit,” ujar Purba.

Menurut Purba, virus ini tidak menular kepada manusia. Sifatnya hanya zoonasis (hanya menjangkit sesama).

“Kita juga sudah menyampaikan dan mengundang Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara dan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara untuk sama turun kelapangan dan mencari solusi agar permasalahan dapat diatasi,” tutup Purba. (js)

Tinggalkan Balasan

spot_img

Berita Pilihan

Sidak Kantor Camat Hinai, Plt. Bupati Langkat Tiorita Tekankan Disiplin dan Pembenahan Pelayanan Publik

mimbarumum.co.id-Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti, S.H., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Camat Hinai, Kamis (8/10/2026),...