Pimpin Tim Mahasiswa USU, Arya Raih Juara 2 Kompetisi Bisnis Nasional Lewat Gagasan SISAKU

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Arya Dwi Ardhana Wibowo, mahasiswa Program Studi Statistika Fakultas Vokasi USU, bersama timnya meraih Juara 2 Business Plan Competition dalam ajang Incredible Research and National Competition (INSTINCT) 2026 yang diselenggarakan Universitas Riau pada 1–3 Oktober 2026 lalu.

Dalam kompetisi tersebut, Arya memimpin Tim PDD Sejati bersama dua rekannya, Sadina Umeko dan Cahaya Nahura, dengan bimbingan dosen Saddam Husein Nasution, M.Si. Mereka mengajukan rancangan bisnis bernama SISAKU, sebuah platform digital yang dirancang untuk mempertemukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pemilik sisa produksi dengan pihak yang membutuhkan bahan tersebut.

Gagasan SISAKU berangkat dari persoalan sisa bahan produksi UMKM yang masih memiliki nilai guna, tetapi belum tentu dimanfaatkan kembali. Melalui platform ini, bahan yang tersisa diharapkan dapat disalurkan kepada pihak lain untuk diolah atau digunakan sesuai kebutuhan.

Tim Arya mengembangkan konsep tersebut dengan pendekatan ekonomi sirkular, yakni upaya mempertahankan kegunaan sumber daya selama mungkin. Dengan demikian, sisa produksi tidak semata-mata dipandang sebagai bahan terbuang, tetapi berpotensi menjadi sumber nilai ekonomi baru.

Pertemukan Dua Pihak

Dalam rancangan model bisnisnya, SISAKU mempertemukan dua pihak yang memiliki kebutuhan berbeda. Di satu sisi, terdapat UMKM yang mempunyai sisa bahan produksi dan membutuhkan alternatif pemanfaatan. Di sisi lain, ada pihak yang berpotensi menggunakan bahan tersebut untuk kegiatan produksi atau keperluan lainnya.

Arya mengatakan, tantangan dalam kompetisi bukan hanya menemukan ide yang berbeda, tetapi juga menyusun gagasan agar masuk akal untuk dikembangkan sebagai sebuah bisnis. Tim harus menjelaskan persoalan yang ingin diselesaikan, calon pengguna, strategi pemasaran, hingga kemungkinan keberlanjutan model usaha tersebut.

Untuk mematangkan proposal, Arya bersama anggota tim melakukan diskusi, membagi tugas, membaca berbagai referensi, serta berkonsultasi dengan dosen pembimbing. Mereka juga mengevaluasi setiap bagian agar persoalan yang diangkat, solusi yang ditawarkan, dan model bisnis yang dirancang saling berkaitan.

Raih Posisi Kedua

Kompetisi INSTINCT 2026 berlangsung melalui beberapa tahapan. Peserta terlebih dahulu mengajukan gagasan dan proposal untuk dinilai dewan juri. Setelah proses seleksi, panitia menetapkan 10 tim finalis yang kemudian mengikuti babak akhir dengan mempresentasikan rencana bisnis secara langsung di Universitas Riau.

Dari tahap final tersebut, dewan juri menetapkan para pemenang, termasuk Tim PDD Sejati yang dipimpin Arya sebagai peraih posisi kedua.

Arya mengaku senang dan bersyukur atas pencapaian tersebut. Ia tidak menyangka gagasan yang mereka susun dapat membawa timnya meraih posisi kedua dalam kompetisi tingkat nasional.

“Bagi saya, pencapaian ini bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga menjadi bukti bahwa usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dapat memberikan hasil yang berarti,” kata Arya.

Menurutnya, pengalaman mengikuti kompetisi memberikan kesempatan untuk menguji gagasan, menerima masukan, dan mengetahui bagian yang masih perlu diperbaiki. Penghargaan yang diperoleh bukan menjadi akhir dari proses pengembangan diri maupun ide bisnis yang mereka ajukan.

Arya menyadari, SISAKU masih berupa rancangan model bisnis yang perlu dikembangkan lebih lanjut. Pengujian kebutuhan calon pengguna, pemetaan jenis sisa produksi yang berpotensi dimanfaatkan, serta mekanisme pertemuan antara pemilik bahan dan pihak yang membutuhkan menjadi tahapan penting untuk menilai kelayakan penerapannya.

Ke depan, ia berharap pengalaman tersebut dapat mendorong dirinya dan anggota tim terus mengembangkan kemampuan. Arya juga mengajak mahasiswa lain agar berani mengikuti kompetisi dan tidak harus menunggu sampai memiliki gagasan yang dianggap sempurna.

Menurutnya, keberanian memulai, menerima evaluasi, dan memperbaiki kekurangan merupakan bagian penting dari proses mengembangkan sebuah gagasan.

Sumber: Rilis

TINGGALKAN KOMENTAR

Berita Pilihan

TKA di SMKN 1 Medan Gelombang 2 Hari Kedua Lancar

mimbarumum.co.id - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) berbasis online menggunakan komputer di SMK Negeri 1 Medan tak mengganggu siswa-siswi...