mimbarumum.co.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai solusi peningkatan gizi nasional justru disorot karena anomali anggaran. Nusantara Youth Institute menemukan belanja triliunan rupiah untuk sepeda motor listrik, yang dinilai jauh dari tujuan utama program.
Direktur Eksekutif Nusantara Youth Institute, Lingga Pangayumi Nasution, mengungkapkan bahwa dalam struktur pengadaan Badan Gizi Nasional (BGN), anggaran kendaraan justru menjadi salah satu komponen terbesar.
“Pengadaan motor listrik mencapai Rp2,4 triliun dalam dokumen Rencana Umum Pengadaan. Ini menimbulkan pertanyaan serius, apa relevansinya dengan pemenuhan gizi masyarakat?” tegasnya, Jumat (17/4/2026).
Program MBG sendiri merupakan kebijakan strategis pemerintahan Prabowo Subianto periode 2025–2029 yang bertujuan menekan stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Namun, temuan lain juga memunculkan tanda tanya. Proyek pengadaan disebut melibatkan PT Yasa Artha Trimanunggal dengan produk Emmo Mobility, dengan nilai realisasi mencapai sekitar Rp1,21 triliun.
Lingga menyebut terdapat sejumlah kejanggalan, mulai dari profil perusahaan yang relatif baru, alamat yang diduga terkait entitas lain, hingga rekam jejak hukum perusahaan.
Bahkan, dalam putusan pengadilan sebelumnya, perusahaan tersebut tercatat pernah wanprestasi dalam proyek distribusi bantuan pangan bersama mitra lain, dengan kewajiban pembayaran lebih dari Rp65 miliar kepada PT Pos Indonesia.
“Dalam tata kelola pengadaan publik, rekam jejak seperti ini seharusnya menjadi pertimbangan penting. Ini menyangkut integritas dan kapasitas penyedia,” ujarnya.
Ia menilai, kondisi ini menunjukkan potensi lemahnya proses seleksi dan pengawasan pengadaan barang dan jasa pemerintah, terutama dalam proyek bernilai besar.
“Ini bukan sekadar persoalan teknis, tapi menyangkut kredibilitas pengelolaan anggaran negara. Harus ada evaluasi menyeluruh,” pungkasnya.
Reporter: Ngatirin/rel


