mimbarumum.co.id – Program Studi Doktor Ilmu Pertanian dan Magister Agribisnis Pascasarjana Universitas Medan Area bekerja sama dengan PTPN III menyelenggarakan Seminar Nasional pada Sabtu, 7 Februari 2026 di Kampus Pascasarjana UMA, Jalan Sei Serayu Medan.
Seminar “Transformasi Perkebunan Nasional Menuju Industri Berkelanjutan dan Berdaya Saing Global” menghadirkan narasumber antara lain Plt Dirjen Perkebunan Abdul Roni Angkat, Direktur Utama Holding Perkebunan PTPN III Denaldy Mulino Mauna, serta Guru Besar IPB University Prof Dr Ir Haryadi juga dihadiri Direktur Pascasarjana UMA Prof Dr Ir Retna Astuti Kuswardani.
Sekretaris Prodi Doktor Ilmu Pertanian Rika FItri Ilvira STP, MSc dan Sekretaris Prodi Magister Agribisnis Dr Mitra Mustika Lubis SP. MSi, Selasa (24/2/2026) mengatakan, seminar nasional dibuka Rektor UMA Prof Dr Dadan Ramdan M.Eng.Â
Menurut Rektor, UMA melalui Pascasarjana dan Prodi Magister Agribisnis berkomitmen mencetak SDM perkebunan yang adaptif, berwawasan keberlanjutan, dan memiliki daya saing global, sekaligus mendorong riset terapan yang berdampak langsung bagi masyarakat dan industri.
Sedangkan, Kepala Prodi Magister Agribisnis dan Prodi Doktor Ilmu Pertanian Prof Zulkarnain Lubis, MS, Ph.D menambahkan, pemahaman prospek industri perkebunan akan memperkuat kontribusi sektor ini terhadap perekonomian nasional melalui sinergi kampus, pemerintah, dan dunia usaha.
Sementara Plt. Dirjen Perkebunan Dr. Abdul Roni Angkat, S.TP, memaparkan bahwa sektor perkebunan nasional menghadapi permasalahan strategis berupa masih dominannya ekspor bahan mentah dengan nilai tambah rendah, tingginya ketergantungan pada pasar global dan impor energi, serta belum optimalnya hilirisasi komoditas strategis untuk mendorong penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.
Tantangan tersebut diperberat oleh kebutuhan investasi besar, penguatan tata kelola dan efisiensi korporasi, kesiapan sumber daya manusia, serta tuntutan keberlanjutan dan ketertelusuran rantai pasok sejalan dengan agenda hilirisasi, ketahanan pangan dan energi (biofuel), dan daya saing global.Â
Dirut Holding Perkebunan PTPN IIL (Persero) Denaldy Mulino Mauna, S.E., M.B.A., M.S., M.H, mengatakan, transformasi sektor perkebunan nasional masih dihadapkan pada keterbatasan penciptaan nilai tambah akibat dominasi model bisnis hulu, ketergantungan pada komoditas primer, serta belum optimalnya hilirisasi dan diversifikasi produk.Â
Dari sisi kinerja dan tata kelola, tantangan utama meliputi efisiensi operasional, struktur biaya yang kurang adaptif, dan penguatan manajemen risiko serta tata kelola korporasi.Â
Di tingkat global, meningkatnya tuntutan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), termasuk penurunan emisi, ketertelusuran rantai pasok, dan kepatuhan terhadap regulasi internasional seperti EU Deforestation-free Regulation (EUDR), menuntut penyesuaian yang cepat dan terukur.Â
Guru Besar IPB University. Prof. Dr. Ir. Hariyadi, M.S, menjelaskan bahwa sektor perkebunan nasional menghadapi permasalahan strategis berupa rendahnya produktivitas, khususnya pada perkebunan rakyat, lemahnya kelembagaan petani, keterbatasan akses pembiayaan, serta belum optimalnya penerapan teknologi, mekanisasi, dan digitalisasi.Â
Tantangan tersebut diperparah oleh persoalan legalitas dan tata kelola lahan, konflik agraria, keterbatasan infrastruktur logistik, serta meningkatnya tekanan global terkait keberlanjutan, ketertelusuran, dan kepatuhan terhadap standar serta regulasi internasional.Â
Seminar nasional berlangsung interaktif dan sesi tanya jawab, pertukaran plakat serta pemberian cenderamata antara UMA dan PTPN III, serta penampilan hiburan dari Sanggar Tari DCP.
Reporter : M Nasir


