mimbarumum.co.id — Ribuan peserta dari berbagai organisasi masyarakat (ormas) Islam, komunitas dakwah, lembaga kemahasiswaan, serta kelompok masyarakat umum memadati kawasan Masjid Raya Al Mahsun Medan, Minggu (16/11/2025), dalam aksi solidaritas bertajuk Aksi Bela Palestina.
Aksi dimulai sejak pukul 07.00 WIB dan berlangsung tertib. Massa membawa beragam atribut mulai dari bendera hitam dan putih bertuliskan kalimat tauhid, spanduk solidaritas, hingga poster yang mengecam agresi militer Israel di Gaza.
Dari halaman depan Masjid Raya Al Mahsun, massa kemudian melakukan konvoi berjalan kaki di bawah komando sebuah mobil bak terbuka yang dilengkapi pengeras suara. Rute yang ditempuh meliputi Jalan Brigjen Katamso – Jalan Juanda – Jalan Sisingamangaraja sebelum kembali ke depan Masjid Raya.
Sepanjang perjalanan, peserta menyuarakan seruan solidaritas, doa untuk rakyat Palestina, yel yel mengecam tindakan zionis serta ajakan agar umat Muslim bersatu memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Orator Sebut Genosida Terus Berlanjut
Dalam pernyataan resmi yang dibacakan panitia aksi, disebutkan bahwa kondisi di Palestina sampai dengan saat ini masih terus memburuk. Ia menyebut setidaknya sudah ada sebanyak 65 ribu warga Palestina yang meninggal dunia, ada sebanyak 86 ribu warga dalam kondisi luka-luka yang memprihantinkan dan sebanyak 2 juta penduudk gaza (90 % populasi) terpaksa mengungsi berulang kali.
Orator itu juga menyebut ada sekira 11 ribu orang dilaporkan hilang. Sebanyak 75 persen bangunan di Gaza hancur, lalu sebanyak 92 fasilitas pendidikan rusak total, serta Gaza kini mengalami kelaparan ekstrem IPC level 5.
Penyelenggara aksi menilai bahwa kecaman internasional terhadap Israel selama ini “tidak berdampak signifikan” karena adanya dukungan negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat.
Pernyataan Sikap Aliansi
Sementara itu, seorang perwakilan dari penggagas aksi tersebut yang berada dibawah naungan Aliansi Mufakkir Mabda’iy Bersama Umat, Forum Ulama, Pengusaha, Tokoh dan Advokat Sumut Untuk Palestina mengemukakan lima poin sikap:
Pertama. Mereka menyebut persoalan Palestina bukan hanya persoalan rakyat Palestina semata, tetapi menjadi persoalan seluruh umat Islam dunia, karena keberadaan Masjid Al-Aqsa sebagai situs suci ketiga dalam Islam ada di Palestina.
Kedua. Aliansi ini menilai mekanisme penyelesaian melalui PBB tidak efektif, merujuk pada banyaknya resolusi yang dinilai tidak dijalankan oleh Israel.
Ketiga. Mereka menolak solusi dua negara (Two-State Solution) karena dianggap tidak menyelesaikan akar masalah dan dinilai justru “melegitimasi penjajahan israel”.
Keemapt. Aliansi menyatakan bahwa kecaman internasional tidak cukup, dan menyebut bahwa pihak penjajah “hanya memahami bahasa perang”.
Kelima. Aliansi menyerukan agar negara-negara mayoritas Muslim bersatu, melakukan langkah-langkah politik maupun spiritual untuk membebaskan Palestina, termasuk menyerukan pembebasan dari segala bentuk penjajahan global.
Aksi Berjalan Kondusif
Selama aksi berlangsung, sejumlah aparat keamanan tampak melakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik rute aksi untuk memastikan kelancaran kendaraan. Hingga aksi selesai, kegiatan berlangsung tertib dan tidak terjadi gangguan keamanan.
Aksi diakhiri dengan pembacaan doa bersama dan pembubaran massa sekitar pukul 11.30 WIB.
Reporter: Ngatirin/rel


