52 Penulis Terpilih Ikuti Menulis Bersama Buku “Seabad Setahun Asrul Sani: Intelektualitas, Jejak Karya, dan Sineas Indonesia”

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) menetapkan 52 penulis dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian di Indonesia untuk mengikuti program Menulis Bersama Buku “Seabad Setahun Asrul Sani: Intelektualitas, Jejak Karya, dan Sineas Indonesia”. Penetapan ini merupakan hasil seleksi ketat Tim Kurator terhadap 80 abstrak yang masuk melalui panggilan penulisan yang dibuka sejak Januari 2026.

Ketua Umum HISKI Pusat sekaligus Ketua Tim Kurator, Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum., menyatakan, antusiasme akademisi dan pegiat sastra terhadap sosok Asrul Sani sangat luar biasa. Hal ini membuktikan bahwa pemikiran dan jejak karya Asrul Sani masih relevan untuk terus dikaji.

“Asrul Sani bukan hanya penyair Angkatan 45, tetapi juga intelektual yang karya-karyanya merentang dari puisi, drama, hingga sinema. Buku ini menjadi ruang apresiasi sekaligus dokumentasi pemikiran dan kreativitas beliau. Kami ingin menghadirkan pembacaan yang segar dan multidisipliner atas warisan Asrul Sani,” ujar Prof. Novi di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Tim Kurator yang juga terdiri dari Dr. M. Yoesof, M.Hum. (HISKI Universitas Indonesia) dan Sudartomo Macaryus, M.Hum. (HISKI UST-UTY) melakukan proses penilaian pada 11–12 Februari 2026 dengan mempertimbangkan empat aspek utama: kesesuaian tema dan subtema, perspektif/pendekatan, kebaruan (novelty), serta sebaran wilayah/afiliasi.

Novi Anoegrajekti menyebutkan, keberagaman perspektif menjadi kekuatan utama dalam buku ini.

“Kami melihat banyak pendekatan baru yang digunakan, mulai dari ekologi sastra, ekofeminisme spiritualisme, discourse-historical approach, hingga objet petit a Lacanian. Ini menunjukkan bahwa kajian atas Asrul Sani tidak stagnan, tetapi terus berkembang mengikuti dinamika keilmuan,” jelasnya.

Guru Besar Universitas Negeri Jakarta itu juga menyoroti tingginya minat penulis dari berbagai kawasan Indonesia.

“Kami sengaja memberi perhatian pada sebaran wilayah agar representasi akademisi dari berbagai daerah terakomodasi. Penulis dari Nusa Tenggara Timur, Bali, Sulawesi Selatan, hingga Aceh turut serta. Ini penting karena Asrul Sani adalah milik bangsa Indonesia, tidak hanya milik Jawa,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, HISKI akan menyelenggarakan Workshop Persamaan Persepsi pada Jumat, 20 Februari 2026, pukul 09.00 WIB – selesai, di Grha STR, Jalan Ampera Raya 11, Lt 4, Jakarta Selatan (Sekretariat HISKI Pusat).

Menurut Prof. Novi, workshop bertujuan menyamakan visi dan format penulisan, serta mematangkan kerangka buku agar tercipta karya yang utuh dan berkualitas. Workshop akan menghadirkan narasumber dari Tim Kurator dan tim editorial.

Titis Rizka Yusnita, M.Li. selaku pelaksana penerbitan sekaligus narahubung kegiatan menjelaskan bahwa buku ini ditargetkan terbit pada pertengahan 2026.

“Setelah workshop, para penulis akan menyusun draf utuh artikel. Kami menargetkan naskah lengkap masuk pada Maret, kemudian memasuki proses penyuntingan dan penerbitan. Buku ini akan menjadi salah satu persembahan HISKI dalam rangka seabad setahun Asrul Sani,” ungkap Titis.

Daftar 52 penulis terpilih berasal dari 32 institusi, meliputi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Gadjah Mada, Universitas Udayana, Universitas Hasanuddin, Universitas Syiah Kuala, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, Universitas Sumatra Utara hingga Pusat Riset Bahasa, Sastra, dan Komunitas BRIN serta komisariat-komisariat HISKI se-Indonesia.

Para penulis akan membahas beragam topik, mulai dari analisis puisi “Surat dari Ibu”, “Subuh”, dan “Pengakuan”, kajian film Naga Bonar, Noesa Penida, hingga skenario dan pemikiran kebudayaan Asrul Sani.

• Suyadi San

Tinggalkan Balasan

spot_img

Berita Pilihan

Bobby Nasution Lepas Kafilah Sumut ke MTQ Nasional 2026 di Semarang

mimbarumum.co.id – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution melepas 90 kontingen kafilah Sumut yang akan berlaga pada...