mimbarumum.co.id – Pengelolaan zakat di Masjid Al-Ishlah menjadi sorotan setelah mampu menghimpun dana puluhan juta rupiah selama Ramadan 1447 H.
Dalam laporan resmi Badan Kemakmuran Masjid (BKM) sekaligus Unit Pengumpul Zakat (UPZ), total dana yang terkumpul dari zakat fitrah, zakat harta, fidyah, dan sedekah mencapai lebih dari Rp40 juta.
Dana tersebut langsung disalurkan kepada lebih dari 200 penerima manfaat, dengan distribusi utama berupa beras mencapai 1.288 kilogram serta tambahan bantuan uang tunai.
Penyaluran dilakukan secara langsung ke rumah-rumah warga menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat sejak 15 hingga 20 Maret 2026.
Khatib Ingatkan: Jangan “Rajin Ramadan Saja”
Di sisi lain, momentum Idulfitri dimanfaatkan untuk mengingatkan konsistensi ibadah. Khatib salat Id, Ustaz Hasanuddin, S.Sos, S.Pd.I, C.HT menegaskan bahwa semangat ibadah Ramadan seharusnya tidak berhenti setelah bulan suci berakhir.
“Ibadah Ramadan itu harus berlanjut. Puasa sunnah, sedekah, dan membaca Al-Qur’an jangan berhenti hanya karena Ramadan sudah selesai,” tegasnya di hadapan ratusan jemaah.
Ia menekankan keseimbangan antara hubungan dengan Allah (hablum minallah) dan hubungan antar sesama manusia (hablum minannas) sebagai indikator ketakwaan.
Dana Syiar Ramadan Tembus Rp34 Juta
Penasihat BKM Al Ishlah Jalan Sei Blutu Medan War Djamil, SH selaku mewakili unsur BKM dan UPZ Al Ishlah menyampaikan laporan perihal penerimaan zakat, antara lain zakat harta sebesar Rp10 juta lebih, zakat fitrah berupa uang setara beras Rp29 juta lebih, fidyah Rp7 juta lebih dan sedekah sebanyak Rp2 juta lebih.
Selain zakat, dana kegiatan syiar Ramadan juga menunjukkan angka signifikan. Tercatat ada penerimaan donasi dari sebanyak 10 donatur dengan nilai sebesar Rp24 juta, infak jamaah masjid sejumlah lebih dari Rp10 juta dengan total penggunaan dana untuk kegiatan lebih dari Rp34 juta.
“Dana tersebut digunakan untuk berbagai kegiatan seperti Nuzulul Quran, khataman, konsumsi berbuka puasa selama 30 hari, hingga fasilitas pendukung seperti tenda,” papar War Djamil.
Salat Idulfitri sendiri dipimpin oleh imam Syamsuddin Ali Jaya, dengan jumlah jemaah mencapai kapasitas penuh masjid dan meluber hingga halaman masjid yang berada di Jalan Sei Blutu, Medan pada Sabtu (21/3/2026).
Distribusi Tepat Sasaran Jadi Kunci
Ketua UPZ Al-Ishlah bersama tim memastikan seluruh zakat tersalurkan tepat sasaran melalui pendataan dan distribusi langsung ke lingkungan warga sekitar.
Model distribusi door-to-door ini dinilai efektif menjangkau penerima yang benar-benar membutuhkan, termasuk di gang-gang sempit yang sulit dijangkau.
Momentum ini menjadi contoh bagaimana pengelolaan zakat berbasis masjid mampu memberikan dampak nyata dalam waktu singkat, sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Reporter: Ngatirin/rel



