Warga Resah Proyek Beroperasi Ditengah Wabah Covid-19

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Sejumlah warga Desa Rumah Gerat, Kecamatan Sibiru-Biru resah dan keberatan dengsn beroperasinya proyek pengerjaan Bendungan Lau Simeme.

Pasalnya, warga Desa Rumah Gerat, Dusun II dan III resah dengan adanya aktivitas pekerja proyek yang keluar masuk perkampungan warga di mana diketahui pekerja ada yang berasal dari luar kota.

“Saya keberatan pekerja proyek masih beraktivitas selama masa Covid-19. Kami tidak mau terkena Covid-19, mereka yang bekerja di proyek tidak tahu berasal dari mana, ada yang dari luar kota seperti dari Bandung,” kata Tokoh Masyarakat Matius Barus kepada mimbarumum.co.id, Senin (6/4/2020).

Matius meminta sementara waktu aktivitas proyek Bendungan Lau Simeme dihentikan ditengah merebaknya virus untuk meminamalisir penyebarannya.

- Advertisement -

Baca Juga : Enggak Peduli Covid-19, Lapak Judi di Djamin Ginting Beroperasi

“Kami warga tidak melarang mereka bekerja tapi di masa virus corona ini harus berhenti dulu sementara waktu. Jangan kami warga di suruh berdiam diri di rumah sementara orang luar berlalu lalang keluar masuk di kampung kami,” tegas Matius.

Sementara itu, pemuda setempat Efredi Barus juga merasa resah dengan adanya kegiatan pengerjaan proyek.

“Meresahkan karena kayak mana pun pemuda disini mengantisipasi penyebaran virus corona, karena diantara pekerja proyek ada warga yang bekerja disitu nanti takutnya mereka bersentuhan dengan pekerja yang dari luar kota tidak tahu kita mereka ternyata ada terjangkit virus corona,” ucap Efredi.

Sedangkan Kepala Desa Rumah Gerat Jimy Wilson Tarigan menyampaikan telah mengimbau perusahaan dan meminta agar pekerja yang berasal dari luar kota untuk pulang.

“Sudah kita imbau mulai hari ini. Kita masih menunggu Perdes. Tunggu lah pak karena untuk keselamatan masyarakat harus dipikirkan juga. Karena dari luar kota nanti kita suruh pulang saja dulu jangan dulu masuk Desa Rumah Gerat,” tuturnya kepada mimbarumum.co.id.

Jimy mengatakan, besok bersama warga akan melakukan penyemprotan demi keselamatan warga.

“Warga kita resah memang makanya itu kita urus dulu surat-suratnya ke proyek besok kita buat posko di simpang tiga. Setelah kita masukan surat ke proyek itu harus ditindak lanjuti lah,” pungkasnya.

Repoter : Jepri Zebua
Editor : Dody Ferdy

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Pilihan

FKPPN Ungkap Lahan Seluas 3.385 Hektar Kebun Patumbak PTPN 2 Dikuasai Penggarap

mimbarumum.co.id – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Forum Komunikasi Purnakarya Perkebunan Nusantara (FKPPN) membeberkan dan mempertanyakan kepada Direksi PTPN 1...