mimbarumum.co.id – Perubahan global yang bergerak cepat, disrupsi teknologi, dan dinamika sosial-politik yang kian kompleks dinilai telah menempatkan generasi muda, khususnya mahasiswa, pada persimpangan penting: menjadi penonton perubahan atau tampil sebagai perumus arah zaman.
Pesan tersebut mengemuka dalam Opening Ceremony Latihan Kader II (Intermediate Training) Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Deli Serdang, yang digelar di Aula Cadika, Lubuk Pakam, Kamis (5/2/2026).
Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, menegaskan bahwa tantangan hari ini tidak cukup dijawab dengan sikap kritis semata. Menurutnya, kader HMI dituntut melampaui rutinitas wacana dan mampu menghadirkan gagasan yang hidup, kontekstual, serta relevan dengan realitas masyarakat.
“Zaman ini tidak menunggu kita siap. Kalau kader hanya berhenti pada diskusi, maka perubahan akan diambil alih oleh mereka yang lebih berani berpikir dan bertindak,” ujar Wabup.
Ia menilai, kemampuan berpikir kreatif dan inovatif, termasuk keberanian berpikir di luar pola lazim, menjadi kunci penting bagi kader HMI dalam merespons persoalan umat, bangsa, dan dunia yang semakin kompleks.
Latihan Kader II, lanjut Wabup, bukan sekadar tahapan kaderisasi formal, melainkan fase strategis dalam membentuk middle leader—kader yang mampu mengelola organisasi, membangun sistem, serta menjembatani gagasan dengan aksi nyata.
“Di sinilah proses memetakan peradaban itu dimulai. Membaca realitas sosial, lalu menerjemahkannya menjadi rumusan pemikiran dan strategi organisasi,” katanya.
Sejalan dengan tema kegiatan, kader HMI diharapkan tidak hanya tajam dalam mengkritik, tetapi juga cakap dalam memformulasikan solusi yang aplikatif dan berdaya guna bagi penguatan organisasi dan masyarakat.
Wabup juga mengingatkan bahwa sejarah panjang HMI sebagai rahim lahirnya banyak pemimpin bangsa tidak boleh berhenti menjadi romantisme masa lalu.
“Sejarah itu penting, tapi tidak cukup. Ia harus diteruskan dengan kualitas kader yang relevan dengan tantangan zamannya,” tegasnya.
Di hadapan peserta Latihan Kader II, Wabup menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Deli Serdang memandang mahasiswa sebagai mitra strategis pembangunan daerah. Pemerintah, kata dia, membuka ruang kolaborasi, dialog, dan kontribusi pemikiran dari kalangan mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan.
“Pembangunan daerah tidak bisa berjalan dengan cara lama. Kita butuh ide-ide segar yang lahir dari nalar kritis dan kepedulian sosial,” ucapnya.
Melalui Latihan Kader II ini, diharapkan lahir kader-kader HMI yang tidak hanya kuat secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, keberanian membaca arah peradaban, serta kemampuan menerjemahkan gagasan menjadi gerakan nyata demi kemaslahatan umat dan kemajuan bangsa.
Reporter: Ngatirin/rel



