Tabligh Akbar Maulid Nabi di Masjid Nurul Hidayah MMTC, Luncurkan Program B3AQ

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Nurul Hidayah Komplek Pasaraya MMTC bekerjasama dengan Rumah Dakwah Marhamah menggelar Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “Membangun Peradaban dengan Islam” tersebut berlangsung di Masjid Nurul Hidayah, Komplek Pasaraya MMTC, dan dihadiri sekitar 750 jamaah dari berbagai elemen umat Islam.

Tabligh Akbar tersebut menghadirkan dua penceramah, yakni Bunda Hj. Ronny Rezkitta Siregar dan Buya Rafdinal, S.Sos., M.AP. Kegiatan sekaligus dirangkaikan dengan deklarasi dan peluncuran Program Berantas Buta Baca Alquran (B3AQ) di Masjid Nurul Hidayah MMTC.

Dalam ceramahnya, Bunda Hj. Ronny Rezkitta Siregar menyampaikan bahwa pembangunan peradaban Islam merupakan tanggung jawab seluruh umat Islam. Menurutnya, setiap Muslim harus berupaya meninggalkan jejak kebaikan yang dapat menjadi bagian dari sejarah peradaban.

“Kita semua harus meninggalkan bekas sejarah peradaban. Dalam Surat Yasin disebutkan bahwa semua yang kita lakukan akan tercatat dan menjadi saksi sejarah,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya keberadaan guru Alquran sebagai salah satu kunci dalam membangun peradaban Islam. Karena itu, Bunda Ronny mengajak umat Islam, khususnya kaum perempuan, untuk terlibat menjadi relawan pengajar Alquran.

Sementara itu, Buya Rafdinal menjelaskan bahwa Islam merupakan konsepsi kehidupan yang terbaik untuk mewujudkan kehidupan yang penuh nilai-nilai keadaban. Dengan nilai tersebut, manusia diharapkan mampu menjaga harkat dan martabatnya sebagai makhluk ciptaan Allah SWT.

Menurutnya, Islam merupakan agama Allah SWT yang risalahnya telah disempurnakan sebagai pedoman dan tuntunan bagi manusia agar memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat, sebagaimana ditegaskan dalam QS Al-Maidah ayat 3.

Buya Rafdinal menyebut terdapat sejumlah prinsip utama yang menjadikan Islam sebagai dasar peradaban kehidupan manusia.

Pertama, prinsip tauhid, yakni keyakinan terhadap keesaan Allah SWT. Kehidupan manusia memiliki tujuan yang jelas, yaitu mengabdi dan beribadah hanya kepada Allah SWT.

Kedua, prinsip keadilan. Islam menempatkan keadilan sebagai salah satu esensi utama risalah yang diturunkan Allah SWT. Keadilan harus dapat dirasakan seluruh makhluk, khususnya manusia, dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari hukum, ekonomi, sosial hingga politik.

Ketiga, prinsip ilmu pengetahuan. Islam menempatkan ilmu sebagai faktor penting dalam mewujudkan peradaban manusia yang tinggi dan mulia.

Keempat, prinsip akhlakul karimah, yakni pembangunan karakter dan perilaku manusia berdasarkan nilai-nilai kebaikan.

Kelima, prinsip kekhalifahan. Manusia memiliki amanah untuk menjalankan fungsi kekhalifahan dengan menghadirkan kemaslahatan, manfaat dan kebajikan dalam kehidupan.

“Ketika kita mampu menjalankan fungsi kekhalifahan yang Allah amanahkan dengan selalu berbuat kebajikan dan menghadirkan kemaslahatan, maka kita dapat mewujudkan kehidupan yang bermanfaat,” jelasnya.

Ketua BKM Nurul Hidayah, Mhd Ibrahimsyah Sinambela, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi dalam pelaksanaan Tabligh Akbar tersebut.

Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Bunda Hj. Ronny Rezkitta Siregar atas dukungan dan kontribusinya sehingga kegiatan dapat berlangsung lancar, sukses dan penuh keberkahan.

“Semoga segala bantuan dan kebaikan yang telah diberikan dicatat sebagai amal ibadah yang mulia di sisi Allah SWT serta diberikan keberkahan rezeki dan kesehatan selalu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua panitia sekaligus Ketua Bidang Imarah BKM Nurul Hidayah, Rahmad Gustin, mengatakan peluncuran B3AQU tidak berhenti pada kegiatan deklarasi. Program tersebut akan ditindaklanjuti dengan pelatihan bagi para relawan yang akan menjadi pengajar Alquran.

“Insya Allah, kegiatan ini akan di-follow up dengan pelatihan ToT yang akan menjadi pengajar Alquran di Masjid Nurul Hidayah ini,” katanya.

Ia berharap program B3AQU dapat menjadi gerakan nyata untuk memberantas buta baca Alquran sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat pendidikan, pembinaan umat dan pembangunan peradaban Islam.

Dengan peluncuran B3AQU, BKM Nurul Hidayah MMTC berkomitmen menjadikan masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran Alquran dan penguatan kualitas umat.

Dalam acara tersebut hadir pula Wakil Bupati Deliserdang, Lom Lom Suwondo yang mengapresiasi kegiatan BKM Masjid Nurul Hidayah.

“Pemkab Deliserdang terus mendorong penguatan nilai keagamaan dan karakter masyarakat. Hal itu sebagai bagian dari upaya mewujudkan Deliserdang yang sehat, cerdas, sejahtera, religius, dan berkelanjutan, ” ujar Lom Lom yang hadir bersama istri dan jajaran Pemkab Deli Serdang.

Reporter: Islahuddin Panggabean

Tinggalkan Balasan

spot_img

Berita Pilihan

Wali Kota Minta Penanggulangan Kemiskinan Jangan Hanya Hitung Bantuan

mimbarumum.co.id - Wali Kota Medan Rico Waas mendorong perubahan pendekatan penanggulangan kemiskinan di Kota Medan, dari sekadar menghitung bantuan...