Pagi Medan!
Pekan demi pekan berganti, awal pekan ini awak mulai dengan sarapan sehat buah2an.
Hehehe asiknya awak dapat dua buah berbeda jenis dan asal. Yang satu asli dari dalam negeri bahkan dari pekarangan sendiri dan buah terakhir di musim ini. Satunya lagi buah impor yang sedap dan mudah di dapat.
Tapi karena awak orang kampong yang tinggal di kota tentunya punya selera asli dan suka buah kuini terakhir yang jatuh di halaman rumah awak. Gitu pon awak bisa menikmati buah impor yg dibeli istri awak dari pedagang keliling langganan cucu awak.
Yaaa gitu laaa pasal selera sarapan pagi. Hahaha otak awak ini keknya ada nakal2nya, setiap ada hal yang bisa dinikmati, dia selalu ngajak awak beranalogi untuk selera lain, termasuk selera politik.
Kemaren ada Abang awak Shohibul Anshor Siregar menceritakan masalah selera, nampak awak ada persamaan selera kami untuk kota tercinta ini, yakni masyarakat yang Madani.
Selera kami keknya diketen saudara kami Harmaini El-Harmawan. Ini tentunya membuat awak melambung tinggi ke langit, padahal ke langit2 rumah awak yg rendah ini pon blon sanggop laa, paling awak cuma bisa menyentuh langit2 di mulut awak aja nyaa.
Awak bangga kali punya saudara dua orang ni laa, walau tak seibu seayah, tapi darah kami sama2 merah, menggambarkan semangat kami untuk negeri, otak kami pon sama2 puteh untuk memikirkan hal terbaek buat tumpah darah kami.
Yang tak kalah pentingnya, hati kami tetap hangat untuk membangkitkan semangat generasi penerus kami dan kita umumnya pula. Cocok klen rasa?
Tapi kami yaken klen jauh lebeh banyak dari hanya kami, lebeh semangat dan lebeh banyak hal lain dari kami. Terutama klen semua jauh lebih dari awak yang apa adanya dan hanya ingin Medan Lebih Manusiawi. ♥️😊