mimbarumum.co.id – Pelaksanaan Ujian Sekolah untuk penilaian akhir semester yang diikuti 350 siswa-siswi kelas 9 di SMP Negeri 1 Medan Jalan Bunga Asoka di hari pertama berjalan aman dan lancar.
Kepala SMPN 1 Medan Hj Lisnawati Susman SH MM saat ditemui di sekolahnya, Senin pagi (29/4/2024) menjelaskan, US dimulai 29 April sampai 4 Mei 2024 ini peserta ujiannya dibagi atas 18 ruangan dengan masing-masing diikuti 20 orang siswa-siswi serta 1 orang pengawas.
Kemudian dilanjutkan pada 6 Mei 2024 berupa ujian praktek diantaranya, seni budaya dan prakarya. UN tingkat SMP akan menguji mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan IPA, Pendidikan Agama, PPKN, dan IPS.
Lisna mengatakan, sebelum ujian memang tak ada digelar kegiatan try out di sekolahnya. Karena memang lebih menyarankan dua minggu sebelum pelaksanaan ujian itu agar semua peserta didik kelas 9 supaya berkonsentrasi terhadap kisi-kisi soal.
“Jadi kita mengarahkan agar guru mata pelajaran untuk membahas kisi-kisi soal yang mana kisi-kisi soal ini adalah kisaran dari pada soal yang akan diujikan pada saat US dilaksanakan di sekolah. Sehingga para peserta ujian sudah mendapat pembekalan dan pemahaman akan materi soal US di saat ujian berlangsung,” paparnya.
Lanjut kasek, pihak sekolah beberapa waktu yang lalu juga mengadakan kegiatan dzikir dan doa bersama bagi siswa-siswi yang beragama Islam dan kebaktian rohani bagi yang beragama Kristen.
“Tujuannya adalah bagaimana usaha kita belajar tapi tetap saja kita harus meminta kepada Tuhan supaya dibuka pikiran anak didik bisa menyelesaikan US dengan baik dan benar. Sehingga hasil kelulusan yang rencananya diumumkan pada 10 Juni 2024 diharapkan semua siswa-siswi dinyatakan lulus 100 persen,” harap Lisna.
Menyinggung penentuan nilai akhir semester tambahnya, semua peserta didik akan ditentukan nilai mulai dari semester 1 sampai semester 5 bagi siswa dan siswi di kelas 9. Ujian akhir ini yang akan masih dibagi pada semester 1 sampai semester 5.
Guna menjaga kualitas US tambah Lisna, soal ujian berbeda tiap peserta secara diacak. Dari jumlah soal 40 dimana nomor 1 A dengan nomor 1 B tak sama itu bisa saja nanti yang nomor satu yang nomor satunya di nomor 10. Tidak kesempatan kepada siswa mencontek jawaban dengan sesama siswa lainnya.
Melalui aplikasi online dari aplikasi HP atau laptop yang dipakai semua peserta hanya satu media ujian saja nanti yang digunakan. “Semua peserta langsung mengerjakan jawab dan akan berhenti durasinya setelah habis waktu ujian secara otomatis. Kalau siswa-siswa pada saat ujian membuka aplikasi lain secara otomatis ujiannya terblokir,” tambahnya.
Sehingga tidak ada kesempatan bagi siswa-siswi untuk bisa membuka Google dan lain sebagainya dengan menggunakan media yang sama karena durasi waktunya sudah ditentukan.
Lisna mengakui, kalau melihat kondisi sekarang ini siswa-siswi lebih santai menghadapi US bukan lagi berstandar nasional seperti beberapa tahun lalu. “US secara lokal yang dilakukan satuan pendidikan di sekolah masing-masing tidak membuat momok dan rasa takut, apalagi kelulusan siswa-siswi ditentukan oleh rapat dewan guru selaku tenaga pendidik dan tenaga kependidikan,” terangnya.
Pada kesempatan itu, Lisna mengimbau kepada semua siswa-siswi agar tidak melakukan aksi coret-coret seragam sekolah atau berkonvoi menggunakan sepeda motornya usai ujian di hari terakhir nanti. “Kita meminta orang tua siswa agar datang menjemput anaknya langsung usai selesai pelaksanaan ujian,” pintanya.
Salah satu upaya yang dilakukan sekolahnya, Lisna menyiapkan spanduk besar yang akan dicoret-coret anak didik di situ secara bersama-sama dengan wali kelasnya. Buatlah apa yang mereka teken dan lain sebagainya kita buat di spanduk besar itu.
“Kita juga meminta anak-anak ini menyumbangkan baju putih biru seragam sekolah kepada siapa saja yang membutuhkan. Tradisi yang baik ini setiap tahun rutin dilakukan di sekolah,” ujar Lisna yang sudah memimpin 8 tahun di SMPN 1 Medan.
Reporter : M Nasir


