mimbarumum.co.id – SMA Negeri 3 Medan selaku Sekolah Induk Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Provinsi Sumatera Utara telah melaksanakan proses penerimaan dan penetapan murid PJJ tahun ajaran 2026/2027 secara bertahap.
Pelaksanaan program PJJ berjalan lancar. Untuk tahun 2026 yang merupakan tahun pertama terdapat 19 murid. Meskipun target yang diharapkan adalah 36 murid untuk 1 rombongan belajar (rombel).
Kepala SMAN 3 Medan Susianto, Kamis (3/9/2026) menambahkan bahwa keterbatasan informasi yang sampai kepada masyarakat luas terkait PJJ yang ini belum sepenuhnya optimal berjalan, sehingga membuat program PJJ terus akan dilakukan sosialisasi bersama Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Utara. Program PJJ ini di inisiasi melalui Direktorat Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PK PLK) Kemdikdasmen.
Mereka sudah mengikuti pembelajaran aktif yang dibimbing para guru SMAN 3 Medan dengan metode belajar 70% belajar mandiri (asinkron) dan 30% tatap muka virtual (sinkron). Dukungan fasilitas seperti belajar LMS/kelas maya, zoom meeting, Google Workspace, kelas belajar (virtual), Google Drive dan Integrasi Digital.
Kata dia, PJJ ini bertujuan membantu anak putus sekolah atau anak tidak sekolah (ATS) khususnya menjangkau anak tidak sekolah berusia 16–18 tahun agar bisa mendapatkan layanan pendidikan.
Pada Tahap 1, berdasarkan Keputusan Kepala SMA Negeri 3 Medan Nomor 421/2391/SMAN3.MDN/VIII/2026 tanggal 3 Agustus 2026, ditetapkan sebanyak 12 orang murid yang dinyatakan lulus seleksi Program PJJ Provinsi Sumatera Utara.
Daftar pada lampiran SK menunjukkan murid tersebut terdistribusi pada sekolah mitra SMAN 1 Hinai, SMAN 1 Siantar, dan SMAN 2 Percut Sei Tuan.
Selanjutnya ucap Susianto, melalui pendaftaran lanjutan/Tahap 2, ditetapkan tambahan sebanyak 7 orang murid. Penambahan tersebut dituangkan dalam Keputusan Kepala SMA Negeri 3 Medan Nomor 400.3.8/2567/SMAN3.MDN/VIII/2026 tanggal 28 Agustus 2026.
Dengan demikian, jumlah keseluruhan murid PJJ Provinsi Sumatera Utara Tahun Ajaran 2026/2027 menjadi 19 orang, terdiri atas 12 murid Tahap 1 dan 7 murid Tahap 2.
Kondisi Pemutakhiran Dapodik dari 19 orang murid yang telah ditetapkan, sampai dengan saat laporan ini disusun sebanyak 18 orang telah berhasil masuk/terdaftar dalam Dapodik, sedangkan 1 orang lainnya masih dalam proses penyelesaian administrasi dan pemutakhiran data pada Dapodik.
“Seluruh proses pelaksanaan PJJ dan data peserta didik akan dilaporkan kepada Kemendikdasmen dan kita akan menunggu petunjuk teknis untuk tahap selanjutnya,” sambung Kepsek.
Reporter : M Nasir


