Selasa, Juli 23, 2024

PTPN Grup Ekspor Perdana Karet Alam Berkelanjutan Melalui Pelabuhan Belawan

Baca Juga

mimbarumum.co.id – PTPN Grup melalui PTP Nusantara lV, anak holding perusahaan PTP Nusantara lll(Persero) melakukan pengiriman perdana karet alam berkelanjutan. Proses dan tahapan dua diligence sesuai dengan aturan bebas deforestasi Uni Eropa( European Union Deforestation Regulation- EUDR).Karet Standar Indonesian Rubber(SIR) produksi PTPN Grup akan menjadi bahan baku beberapa produk, seperti ban yang akan diekspor ke negara Eropa. Pengiriman perdana dilakukan melalui pelabuhan Belawan, Selasa(9/7/2024).

Direktur Pemasaran Holding PTP Nusantara, Dwi Sutoro mengatakan, sebelumnya produk karet alam PTPN Grup telah mendapatkan berbagai sertifikasi seperti ISO 900l ;2015, ISO 14001;2015, Rubber Way, dan Eco Vadis. Hal ini menunjukkan PTPN Grup telah melakukan praktik- praktik budidaya karet alam yang berkelanjutan. Sistem manajemen perusahaan yang telah menerapkan prinsip ESG(Environmental, Social and Governance) juga mempermudah pemenuhan kriteria dua diligence EUDR pada produk karet milik PTPN Grup, jelas Sutoro.

Tantangan

Dwi Sutoro menambahkan, EUDR adalah inisiatif baru Uni Eropa dalam membatasi deforestasi yang disebabkan oleh kegiatan pertanian di seluruh dunia pada beberapa komoditas seperti kelapa sawit, karet,,kopi, kakao, kayu hingga daging. EUDR akan diimplementasikan pada Januari 2025 untuk perusahaan besar dan pertengahan tahun 2025 untuk produk petani rakyat. Pada komoditas karet peraturan ini akan berpengaruh pada 11 juta hektar perkebunan karet di seluruh dunia. Hal ini perlu diantisipasi oleh Indonesia. Pasalnya, imbuh Sutoro, Indonesia adalah produsen karet alam nomor dua di dunia setelah Thailand, urai Sutoro pula.

Bagi perusahaan besar seperti PTPN Grup proses due diligence EUDR bukan menjadi bukan menjadi masalah besar. Kebun karet PTPN sudah berulang kali disertifikasi oleh berbagai pihak dan telah menerapkan sistem trace ability atau ketertelusuran yang terintegrasi dalam skema e- farming. ” Ini menjadi keuntungan tersendiri bagi PTPN karena karet kita mampu telusur sebab berasal dari kebun sendiri”ungkap Dwi Sutoro.

Pengolahan karet alam di PTPN Grup telah mengikuti standar baku internasional. PTPN Grup sendiri, kata Sutoro mampu mampu memproduksi alam sebanyak 153 ribu ton per tahun dengan 41 ribu ton diantaranya dihasilkan oleh Sumatera Utara dan selebihnya dihasilkan oleh dari wilayah lain. Saat ini, total kontrak penjualan karet alam di PTPN Grup yang harus lolos compliance EUDR adalah sebesar 5,3 ribu ton dan berpotensi naik dalam jumlah yang besar.

Reporter : Jalaluddin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Rutan Kelas I Ikuti Zoom Virtual Rapat Rencana Kerja Peringatan Hari Pengayoman

mimbarumum.co.id - Dalam rangka menyambut Hari Pengayoman ke-79 yang jatuh pada 19 Agustus mendatang, Rumah Tahanan Negara Kelas I...

Baca Artikel lainya