Program DIP UMA dan Pemkab Madina Kembangkan Pisang Kepok “Sitabar”

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Pascasarjana Universitas Medan Area (UMA) melalui Program Doktor Ilmu Pertanian dan Magister Agribisnis menginisiasi kerjasama dalam pengembangan budidaya pisang kepok atau yang dikenal secara lokal sebagai pisang “Sitabar”.

Pengembangan sektor pertanian berbasis riset dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution dan Direktur Pascasarjana Universitas Medan Area, Prof. Dr. Ir. Retno Astuti bersama Ketua Program Doktor Ilmu Pertanian Prof Zulkarnain Lubis, MS, Ph.D belum lama ini. 

Prof Zulkarnain saat ditemui di Kampus II Jalan Sei Serayu, Rabu (13/5/2026) menjelaskan, kerjasama ini sudah lama dirintis dikarenakan produk pisang kepok yang hampir punah di Madina. 

“Kita inginkan pisang kepok bisa terus berkembang dan berupaya mengembangkan budidaya bibit, pupuk dan pemasaran pisang kepok bisa dilakukan dari hulu ke hilir. Hilirasiasi ini dapat membantu petani pisang kepok agar terus berproduksi dengan tanaman yang baik sehingga hasil pisang kepok bisa kembali tersohor,” ujar guru besar Fakultas Pertanian UMA ini. 

Bupati Madina Saipullah Nasution usai penandatanganan MoU pada 28 April 2026 di Aula Kantor Bupati Madina, Kompleks Perkantoran Payaloting menyampaikan optimisme tinggi terhadap peran UMA dalam mengembalikan kejayaan pisang “Sitabar” yang telah hilang selama kurang lebih 25 tahun. 

Ia menilai kapasitas riset dan keilmuan yang dimiliki para akademisi UMA menjadi langkah awal sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam menghidupkan kembali komoditas lokal yang sempat mengalami kemunduran. 

Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya sebatas penanaman kembali, tetapi juga mencakup pendekatan ilmiah yang komprehensif. Mulai dari penelitian kondisi tanah, pemilihan bibit unggul, hingga teknik budidaya yang tepat akan dilakukan secara sistematis.

Lebih lanjut, Bupati Madina menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya besar pemerintah daerah dalam mewujudkan visi “petani bangkit”. Selain pisang kepok, kolaborasi dengan UMA juga diarahkan untuk mengembangkan kembali komoditas unggulan lain seperti jeruk maga, kopi, dan aren.

Sedangkan Direktur Pascasarjana UMA Prof. Dr. Ir. Retno Astuti, menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Sebagai langkah awal, UMA akan mengembangkan pilot project kawasan agro berbasis pisang “Sitabar”. Proyek ini dirancang secara terpadu dengan mengintegrasikan aspek pendidikan, riset, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Tim dari UMA akan segera melakukan kajian awal berupa pengecekan kondisi tanah yang akan digunakan sebagai lahan budidaya. Sampel tanah tersebut akan dianalisis di laboratorium guna memastikan kesuburan dan kelayakan tanam.

Hasil analisis ini akan menjadi dasar dalam menentukan waktu tanam, jenis perlakuan tanah, serta strategi budidaya yang paling efektif. Setelah kondisi tanah dinyatakan sehat dan siap, proses penanaman pisang kepok “Sitabar” akan segera dilaksanakan.

Reporter : M Nasir

Tinggalkan Balasan

spot_img

Berita Pilihan

Forum U25 Leaders, Rektor USU Dorong Optimalisasi Aset Kampus

mimbarumum.co.id – Universitas Sumatera Utara (USU) mendorong perguruan tinggi negeri badan hukum (PTN-BH) mengoptimalkan aset yang belum produktif untuk...