mimbarumum.co.id – Persija Jakarta gagal membawa pulang kemenangan dari Stadion Utama Sumatera Utara. Sempat unggul lebih dahulu, Macan Kemayoran justru dipaksa berbagi angka setelah PSMS Medan bangkit dan menyamakan kedudukan melalui gol Phillerson Natan Silva De Oliveira pada menit ke-80.
Hasil imbang 1-1 tersebut mengawali perjalanan PSMS Medan di I.League Cup 2026/2027. Pertandingan yang berlangsung di hadapan ribuan suporter, Selasa (3/11/2026) malam WIB, sekaligus memperlihatkan bahwa Ayam Kinantan bukan lawan yang mudah ditaklukkan, bahkan oleh tim papan atas sekalipun.
Persija yang datang dengan status pemuncak klasemen Liga 1 sempat membuat publik tuan rumah terdiam. Gol Figo Dennis Saputrananto pada menit ke-42 membawa tim ibu kota unggul menjelang turun minum.
Namun, PSMS tidak kehilangan kepercayaan diri. Memasuki babak kedua, anak asuh Eko Purdjianto meningkatkan intensitas serangan dan mulai memberikan tekanan lebih besar kepada pertahanan Persija.
Perubahan permainan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Phillerson menjadi sosok penting setelah mencetak gol penyeimbang pada menit ke-80 sekaligus menggagalkan kemenangan Persija di hadapan pendukung PSMS.
Laga pembuka turnamen ini turut disaksikan Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution, Direktur Utama I.League, serta sejumlah tokoh dan pejabat lainnya.
Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, mengakui anak asuhnya sempat kehilangan konsentrasi pada babak pertama. Kelengahan tersebut membuat Persija mampu mencuri keunggulan sebelum turun minum.
“Pertandingan yang menarik, pertandingan yang seru. Kita di babak pertama lengah sehingga kebobolan satu gol,” ujar Eko seusai pertandingan.
Meski demikian, Eko mengapresiasi respons para pemainnya setelah jeda. Pergantian pemain dan perubahan pendekatan taktikal membuat permainan PSMS lebih hidup. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, meskipun hanya satu yang berujung gol.
“Memang kita sudah siapkan beberapa pemain di babak kedua, sehingga terjadi banyak perubahan di situ, terutama secara taktikal. Pemain bisa menerjemahkan taktikal dan banyak peluang yang kita bikin,” jelasnya.
Menurut Eko, pemain yang masuk dari bangku cadangan juga memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan permainan tim.
“Di babak kedua kita menciptakan banyak peluang. Yang terjadi hanya satu gol. Kita manfaatkan peluang yang ada, ada beberapa pemain yang masuk dan memberikan pengaruh di tim. Alhamdulillah, patut kita syukuri hasil ini dan pemain mampu meraih hasil tersebut,” tambahnya.
Kendati demikian, mantan pelatih Persis Solo tersebut mengakui tiga poin sebenarnya menjadi target PSMS. Namun, menghadapi Persija yang saat ini berada di posisi teratas Liga 1, hasil imbang tetap menjadi modal yang patut disyukuri.
“Yang terbaik memang menang, tetapi hasil ini kita syukuri melawan tim Persija yang sekarang berada di peringkat satu di Liga 1,” katanya.
Phillerson: PSMS Seharusnya Menang
Jika Eko memilih bersyukur atas satu poin, Phillerson justru memperlihatkan ambisi yang lebih besar. Pencetak gol PSMS tersebut menilai timnya memiliki kemampuan untuk mengalahkan Persija, bahkan merasa kecewa karena sejumlah peluang pada menit-menit akhir belum berhasil dimaksimalkan.
“Pertama sekali, terima kasih kepada fans yang datang ke sini hari ini dan mendukung kami. Kami tahu ini pertandingan yang sulit menghadapi tim top di liga teratas,” ujar Phillerson.
“Kami sedikit sedih dengan hasilnya. Kami seharusnya bisa memenangkan pertandingan ini. Pada menit-menit terakhir saya mendapatkan beberapa peluang, tetapi tidak apa-apa,” lanjutnya.
Pemain bernomor punggung 10 itu juga menegaskan bahwa bermain di Stadion Utama Sumatera Utara memberikan kepercayaan diri tersendiri bagi PSMS.
“Di sini, di kandang kami, kami merupakan tim yang sangat kuat. Kami bisa mengalahkan tim mana pun. Kami senang dengan performa hari ini dan berharap pada pertandingan berikutnya suporter bisa datang lagi ke sini,” ungkapnya.
Bagi Phillerson, Persija memang memiliki materi pemain berkualitas. Namun, PSMS juga mempunyai pemain-pemain yang mampu bersaing di level tertinggi sepak bola Indonesia.
“Mereka tim yang hebat, tetapi kita tahu pemain kita. Kita juga punya pemain-pemain papan atas di liga ini dan kita seharusnya bisa mengalahkan mereka. Hari ini kita seharusnya mengalahkan mereka,” tegasnya.
“Ini sepak bola. Mereka bagus, tetapi kita juga bagus. Kita punya kualitas,” sambung Phillerson.
Setelah pertandingan tersebut, ia mengajak seluruh pemain segera mengalihkan fokus ke kompetisi liga dan menatap pertandingan berikutnya.
“Sekarang kita fokus di liga lagi dan ayo sambut pertandingan berikutnya,” tutupnya.
Dukungan Suporter Jadi Energi Tambahan
Selain hasil pertandingan, atmosfer Stadion Utama Sumatera Utara menjadi catatan tersendiri dalam laga pembuka I.League Cup 2026/2027.
Ribuan suporter yang memadati stadion memberikan dukungan sepanjang pertandingan. Kehadiran mereka menjadi suntikan motivasi bagi PSMS, terutama ketika berusaha mengejar ketertinggalan pada babak kedua.
Eko Purdjianto pun memberikan apresiasi kepada para pendukung yang hadir langsung. Ia berharap antusiasme tersebut tidak hanya terlihat dalam turnamen, tetapi juga berlanjut pada pertandingan kompetisi reguler.
“Untuk suporter, kita luar biasa. Baru sekarang ini penonton full. Kita harapkan ke depannya tidak hanya di Copa, di kompetisi juga sama, karena suporter sangat antusias dan bisa menambah semangat untuk kita,” kata Eko.
Ia berharap dukungan serupa kembali hadir dalam pertandingan-pertandingan PSMS berikutnya.
“Mudah-mudahan bisa lebih banyak lagi di pertandingan berikutnya,” tambahnya.
Satu poin memang belum menjadi hasil maksimal bagi PSMS. Namun, keberhasilan bangkit dari ketertinggalan menghadapi pemuncak klasemen Liga 1 memperlihatkan modal penting Ayam Kinantan: kepercayaan diri, daya juang, dan keberanian untuk bersaing dengan siapa pun.
Reporter: Dzaky

