mimbarumum.co.id — Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Labuhanbatu kembali menunjukkan komitmennya dalam membina generasi Qur’ani. Pada Sabtu, 18 Oktober 2025, madrasah ini sukses melaksanakan kegiatan Tasmi’ Al-Qur’an Juz 30 di lingkungan sekolah. Acara yang berlangsung khidmat itu dihadiri oleh para guru, siswa, dan orang tua, serta menampilkan dua siswa terpilih yang memperdengarkan hafalan mereka di hadapan audiens.
Dua siswa yang tampil dalam tasmi’ perdana, Khalil Al Ghufran (kelas 7A) dan Suci Maulidya Syahfira (kelas 7G), berhasil menuntaskan hafalan Juz 30 dalam waktu sekitar dua bulan — bukti efektivitas pembinaan di madrasah ini.
Acara dibuka langsung oleh Kepala MTsN 1 Labuhanbatu, Mustafa Kamal Nasution, S.Pd.I., M.Pd., yang dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen madrasah dalam mencetak generasi unggul secara akademik dan spiritual.
“Tasmi’ bukan sekadar seremonial, tetapi bukti nyata komitmen kami membangun generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus memiliki fondasi spiritual yang kokoh,” ujarnya.
Dua Siswa Muda Tampil Mengesankan
Dalam suasana yang penuh haru, Khalil Al Ghufran dan Suci Maulidya Syahfira tampil percaya diri memperdengarkan hafalan mereka tanpa melihat mushaf. Bacaan yang tartil dan lancar mengundang decak kagum dari guru dan tamu undangan yang hadir.
Khalil merupakan putra dari pasangan Irwan Nuddin Hasibuan dan Henny Evi Junita, sedangkan Suci adalah putri dari Agus Hasibuan dan Mina Selfi. Kehadiran orang tua dalam kegiatan ini menjadi bukti kuatnya sinergi antara madrasah dan keluarga dalam mendukung tumbuhnya generasi penghafal Al-Qur’an.
Irwan Nuddin mengungkapkan rasa syukur dan bangganya, “Melihat anak kami mampu menghafal Juz 30 dan membacakannya dengan lancar di depan umum adalah anugerah terindah. Kami berterima kasih kepada madrasah dan para pembina tahfidz atas pendampingan yang luar biasa.”
Peran Ekskul Tahfidz dalam Pembinaan Hafalan
Kesuksesan acara ini tak lepas dari peran Ekstrakurikuler Tahfidz Al-Qur’an MTsN 1 Labuhanbatu yang menjadi wadah pembinaan bagi siswa penghafal Al-Qur’an. Ekskul ini dikoordinatori oleh Juliati, S.Ag., dengan Misra Wati Siregar, S.Sos. sebagai pelatih utama.
Ekskul tahfidz memiliki 38 peserta aktif, terdiri dari 34 siswa kelas 7 dan 4 siswa kelas 8. Kegiatan pembinaan dilakukan secara rutin dengan metode setoran hafalan per halaman, muraja’ah (pengulangan), dan simulasi tasmi’ untuk melatih mental. Program ini menekankan bukan hanya pada kuantitas hafalan, tetapi juga kualitas bacaan dan penguasaan tajwid yang benar.
“Respon siswa sangat positif. Dengan 38 peserta, ini menjadi modal awal yang bagus untuk regenerasi penghafal Al-Qur’an di madrasah kita,” ujar Juliati.
Misra Wati menambahkan, “Proses Khalil dan Suci tidak mudah. Mereka konsisten, disiplin, dan semangat. Saya yakin teman-teman lainnya akan segera menyusul.”
Meneguhkan Komitmen Mencetak Generasi Qur’ani
Kegiatan tasmi’ ini menjadi bagian dari upaya MTsN 1 Labuhanbatu untuk memperkuat pembentukan karakter religius di lingkungan madrasah. Kepala madrasah menegaskan bahwa program tahfidz akan terus dikembangkan dan diperluas agar lebih banyak siswa yang mampu menuntaskan hafalan Juz 30 bahkan lebih.
“Kami ingin menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari siswa agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang berakhlakul karimah dan bermanfaat bagi bangsa serta agama,” ungkap Mustafa Kamal.
Dengan keberhasilan tasmi’ perdana ini, MTsN 1 Labuhanbatu kembali membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga dalam pembinaan spiritual dan karakter Qur’ani. Harapannya, semangat dua siswa penghafal muda ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya untuk terus mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an.
Reporter: Ngatirin/rel



