mimbarumum.co.id – Setahun sudah berlalu, Gubernur Sumatera Utara M Bobby Afif Nasution resmi melantik Alexander Sinulingga sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara.
Faktanya, selama dipimpin Alexander Sinulingga di tahun 2025 lalu, bidang pendidikan Sumatera Utara tanpa prestasi di level nasional dan terkesan terjadi kemerosotan.
Hal itu diakibatkan pejabat tersebut terlibat bermasalah hukum atas pekerjaan Lapangan Merdeka dan Rusunawa yang kini sedang diusut aparat penegak hukum.
Ketua Aliansi Mahasiswa Peduli Keadilan Sumatera Utara (AMPAKSU) Amiruddin Siregar SH menuntut evaluasi terhadap penunjukan Alexander Sinulingga sebagai Kepala Dinas Pendidikan Sumut.
Dia menyoroti rekam jejak Alexander Sinulingga selama menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang (Perkimcikataru) Kota Medan.
Mereka menilai, masa jabatan Alexander meninggalkan banyak “noda hitam”, salah satunya terkait proyek revitalisasi Lapangan Merdeka Medan. “Ini menjadi beban moral, bukan hanya bagi Alexander, tapi juga bagi Gubernur Sumut Bobby Nasution,” katanya.
Sedangkan, Pemerhati pendidikan Wara Sinuhaji juga berpendapat bahwa, sosok Alexander Sinulingga tak layak lagi memimpin Dinas Pendidikan Sumut karena tak mempunyai kemampuan memanej pendidikan disebabkan bukan berlatar belakang sebagai tokoh pendidik.
“Alexander hanya lulusan STPDN di bidang pemerintahan dan bukan lulusan ilmu pendidikan sehingga tak bisa beradaptasi dengan pola dan sistem pendidikan nasional,” kata Wara yang juga mantan dosen senior FEB USU ini.
Sektor pendidikan katanya, harus memiliki kepemimpinan berdasarkan pada pendekatan edukasi, ilmu dan pengalaman akademik. “Untuk itu kita minta Gubsu Bobby Nasution mengevaluasi dan mencopot Alexander Sinulingga secepatnya,” tambah Wara.
Hal senada diungkapkan Sekretaris Komunitas Pendidikan (KOMEDIK) Sumut M Nasir bahwa di tahun 2025, prestasi siswa di level nasional seperti OSN, O2SN, FL3SN, LKS jenjang SMA dan SMK di Sumatera Utara tanpa meraih medali di kancah nasional.
“Kita malu karena Provinsi Aceh yang luas dan penduduknya lebih sedikit dari Provinsi Sumut justru meraih medali emas di ajang LKS dan FL3SN Nasional tahun 2025 lalu. Alhasil, provinsi Sumut kalah tertinggal dan tak masuk 10 besar provinsi berprestasi di tingkat nasional,” terangnya.
KOMEDIK Sumut meminta Gubsu Bobby Nasution untuk segera mengganti Alexander Sinulingga yang dinilai tak bisa bekerja dan tak mampu memajukan pendidikan di Sumut.
Alexander hanya sebagai “penjilat” Gubsu Bobby Nasution dan tak berkontribusi apapun di bidang pendidikan Sumut selama ini. Hal itu dibuktikan dirinya tak mempunyai outcome selama setahun menjadi kepala dinas.
Reporter : M Nasir


