Pabrik Es Mangkrak, Nelayan Pun ‘Mulai Kepanasan’

0
Situasi d sekitar pabrik es batu in terlihat lengang dan tidak ada aktifitas produksi. (Mimbar/Samadaya)

mimbarumum.co.id – Meski bangunan pabrik es di Desa Sawo, Kecamatan Sawo Kabupaten Nias Utara sudah selesai dibangun sejak empat tahun silam, namun hingga kini pabrik itu tak kunjung beroperasi.

Hal itu terungkap saat para nelayan di daerah tersebut membutuhkan es batu untuk mengawetkan ikan hasil tangkapannya. Mereka kecewa karena ternyata pabrik es milik pemerintah daerah itu tidak sedikitpun memproduksi es batu.

Padahal, pembangunan pabrik yang dilakukan sejak tahun 2010 hingga 2013 itu menghabiskan anggran kurang lebih Rp2,5 miliar. Pabrik es berkapasitas 2 ton per hari itu berada di pinggir pantai kampung nelayan Sawo yang sangat membutuhkan es batangan.

Namun beberapa nelayan, sebagaimana ditemui mimbarUmum.co.id, pada beberapa waktu lalu itu menyatakan kekecewaannya. Mereka terpaksa membeli es batu ukuran satu kilogram yang mudah cair dan lebih mahal dibandingkan es balok/batangan.

“Biayanya besar tapi hasilnya tidak ada. Sepertinya tidak ada upaya pemerintah untuk memperbaiki kalau memang rusak. Hanya menghabiskan anggaran saja,” kata seorang petani.

Kru mimbarUmum.co.id yang mendatangi lokasi pabrik es itu menyaksikan kondisi bangunan yang sudah tidak terawat, seperti bangunan tak bertuan.

“Berpagar setinggi dua meter, berada di belakang rumah penduduk dengan akses jalan selebar kurang lebih 5 meter,” paparnya.

Wartawan sempat terkejut saat akan berupaya masuk ke dalam pabrik es itu justru dihadang seorang remaja perempuan yang ditaksir berusia 12 tahunan.

“Jangan masuk, tidak boleh masuk,” ujar anak itu sembari menghalangi wartawan mimbarumum.co.id yang akan masuk. Awak media ini hanya berkesempatan memfoto pintu gerbang pabrik es tersebut.

Anak gadis tersebut menyebutkan, siapa pun yang akan masuk ke pabrik es yang terlantar itu harus terlebih dahulu meminta izin kepada seseorang yang disebut-sebut bernama Ama Diki.

Ketika ditelusuri ternyata nama Ama Diki adalah pejabat Kepala Desa Sawo. Selanjutnya wartawanpun mencoba mendatangi rumah Kades itu, namun pintu rumahnya terkunci rapat. Begitu juga sekretaris desa yang rumahnya berhadapan dengan Ama Diki juga tidak berada di rumah.

“Pembangunan pabrk es itu disinyalir syarat KKN sehingga merugikan keuangan negara. Bahkan diduga sekalipun tidak berproduksi, biaya operasional pabrik es itu membebani APBD Kabupaten Nias Utara” ucapnya.

Sementara, ketika hendak di konfirmasi kepada Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Nias Utara Sabar Jaya Telaumbanua di kantornya di Lotu, yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat.

Salah seorang staf honorer di tempat tersebut menyebutkan kalau kepala dinas sedang berkunjung ke Kecamatan Afulu. (sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here