mimbarumum.co.id – MTsN 1 Labuhanbatu mencatat sejarah baru sebagai tuan rumah peluncuran program Wakaf, Infaq, dan Sedekah (WIS) Tunai serta sistem pembayaran digital berbasis QRIS, yang digagas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Labuhanbatu, Senin (20/10/2025).
Acara ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat digitalisasi pengelolaan dana filantropi umat, sekaligus menegaskan peran madrasah sebagai pelopor inovasi sosial dan teknologi dalam dunia pendidikan Islam.
Peluncuran program ini menandai implementasi nyata dari kebijakan nasional Kementerian Agama RI yang mendorong modernisasi sistem Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf (Ziswaf) melalui teknologi digital. Dengan pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), masyarakat kini dapat menunaikan wakaf dan sedekah uang tunai secara lebih mudah, aman, dan transparan.
Dalam sambutan resminya, Kepala Kemenag Labuhanbatu, Dr. H. Asbin Pasaribu, M.A., menegaskan bahwa digitalisasi layanan keagamaan adalah bagian dari strategi besar untuk memperluas partisipasi publik, terutama generasi muda.
“Launching wakaf dan zakat tunai ini merupakan langkah strategis dalam mendigitalisasi layanan keagamaan. Dengan aplikasi QRIS, masyarakat dapat beramal kapan saja dan di mana saja,” ujar Asbin Pasaribu.
Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari keluarga besar MTsN 1 Labuhanbatu yang telah menjadi tuan rumah penyelenggaraan dan simbol kolaborasi harmonis antara pemerintah dan lembaga pendidikan keagamaan.
Peran Madrasah dan Dukungan Lintas Pihak
Sebagai tuan rumah, Kepala MTsN 1 Labuhanbatu, Mustafa Kemal Nasution, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan.
“Madrasah tidak hanya tempat belajar, tetapi juga pelopor nilai filantropi dan kepedulian sosial yang relevan bagi generasi digital,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmen madrasah untuk terus menanamkan budaya berbagi dan tanggung jawab sosial di kalangan siswa, sejalan dengan kemajuan teknologi dan semangat Merdeka Belajar.
Dukungan juga datang dari Ketua BAZNAS Labuhanbatu, H. Syamsir Sitorus, SE., yang menilai digitalisasi wakaf melalui QRIS sebagai langkah tepat menghadapi era serba digital.
“Dengan kemudahan ini, kami optimis pengumpulan dan penyaluran dana sosial keagamaan akan semakin optimal,” katanya.
Sementara itu, perwakilan MUI Labuhanbatu, H. M. Sofyan, MA., mengingatkan pentingnya nilai spiritual di balik inovasi digital ini. Ia mengutip Surah Al-Isra’ ayat 7 sebagai pengingat bahwa setiap kebaikan akan dibalas oleh Allah.
“Program ini adalah bentuk kebaikan kolektif yang insya Allah membawa keberkahan bagi Labuhanbatu,” ujarnya.
Aspek Teknis dan Demonstrasi QRIS
Dari sisi teknis, Kepala Cabang Bank Syariah Indonesia (BSI) Labuhanbatu, Abrar Naim, menjelaskan kesiapan BSI sebagai Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU).
“Teknologi QRIS kami pastikan aman, cepat, dan terintegrasi dengan baik. Setiap transaksi akan tercatat rapi dan tersalurkan sesuai peruntukan,” jelasnya.
Sebagai bagian dari peluncuran, dilakukan demonstrasi penggunaan QRIS oleh Dr. H. Asbin Pasaribu dan Mustafa Kemal Nasution. Hanya dengan memindai kode QR melalui ponsel, para tamu dapat langsung menyalurkan donasi dalam hitungan detik. Inovasi ini disambut antusias oleh guru, siswa, dan para undangan.
Sinergi Multi Lembaga
Acara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh dan lembaga keagamaan, di antaranya Ketua NU Labuhanbatu, Ketua Muhammadiyah, perwakilan Al Washliyah, serta jajaran pejabat Kemenag seperti Dr. H. Jamel (Kasubbag TU), H. Darmansyah Siagian (Kasi Bimas Islam), dan H. Ismail Efendi (Kasi Penmad). Kehadiran lintas ormas dan institusi ini memperlihatkan kuatnya sinergi dalam mendukung gerakan Ziswaf Digital.
Makna dan Dampak Program
Digitalisasi wakaf melalui QRIS ini diharapkan menjadi langkah awal menuju transformasi keuangan sosial Islam di Kabupaten Labuhanbatu, membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan amal.
Lebih jauh, kegiatan ini juga memperkuat peran madrasah dalam membangun budaya filantropi berkelanjutan, di mana siswa belajar menebar manfaat dengan cara yang modern dan bertanggung jawab.
Peluncuran ditutup dengan pelepasan balon ke udara oleh Kepala Kemenag dan tamu undangan sebagai simbol harapan agar gerakan digitalisasi wakaf ini membawa keberkahan bagi masyarakat Labuhanbatu dan Indonesia.
Reporter: Ngatirin/rel



