mimbarumum.co.id – Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag mengingatkan mahasiswa baru mengenai ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
“Persoalan narkoba masih menjadi tantangan serius, termasuk di Sumatera Utara. Narkoba tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga merusak akal, masa depan, keluarga dan cita-cita,” ujar Prof Nurhayati saat membuka Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bagi 4.359 mahasiswa baru UINSU Tahun Akademik 2026/2027 di Kampus IV UINSU Tuntungan Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (1/9/2026).
Rektor meminta mahasiswa berani menolak ajakan yang dapat menjerumuskan mereka pada penyalahgunaan narkoba.
Mahasiswa juga diminta menjaga teman dan lingkungan pergaulannya serta melaporkan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.
PBAK, lanjutnya, juga tidak boleh dimaknai sebatas kegiatan pengenalan lingkungan kampus. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenalkan budaya akademik, nilai-nilai kemahasiswaan, etika, tanggung jawab dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Hal itu sejalan dengan tema PBAK UINSU 2026, “Membentuk Generasi Unggul dalam Ilmu, Teduh dalam Keberagaman, dan Rahmat bagi Semesta.”
Nurhayati menjelaskan, tema tersebut merupakan cita-cita yang hendak ditanamkan kepada seluruh mahasiswa UINSU. Mahasiswa dituntut unggul secara intelektual, namun tetap mampu hidup berdampingan dalam keberagaman.
“Kita tidak boleh menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling menjauh. Sebaliknya, perbedaan harus menjadi ruang untuk saling mengenal, saling memahami dan saling menghormati,” katanya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah terprovokasi, membenci atau menghakimi orang lain hanya karena perbedaan pandangan.
Mahasiswa, menurutnya, harus menjadi penjaga ruang publik yang sehat, bukan penyebar kebencian.
“Jadilah generasi yang mampu berbeda pendapat tanpa bermusuhan. Mampu berdialog tanpa saling merendahkan. Mampu berkompetisi tanpa saling menjatuhkan dan mampu berbeda pilihan tanpa kehilangan persaudaraan,” pesan Nurhayati.
Selain ilmu dan keberagaman, Rektor UINSU juga menekankan pentingnya pengabdian. Ilmu yang diperoleh mahasiswa tidak boleh berhenti di ruang kelas, tetapi harus mampu hadir sebagai solusi bagi masyarakat.
Ia menegaskan, semangat tersebut merupakan bagian dari makna rahmatan lil ‘alamin yang menjadi salah satu nilai penting dalam pendidikan di UINSU. “Berilmu untuk mengabdi, berprestasi untuk menginspirasi dan berkarakter untuk memberi arti,” tegasnya.
Rektor mengajak seluruh mahasiswa baru bersama-sama mewujudkan generasi UINSU yang unggul dalam ilmu, teduh dalam keberagaman, kokoh dalam integritas, luhur dalam akhlak dan rahmat bagi semesta.
Ketua Panitia PBAK UINSU 2026, Prof. Dr. Katimin, M.Ag., yang juga Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UINSU, melaporkan PBAK tahun ini diikuti 4.359 mahasiswa baru berlangsung selama dua hari, 1-2 September 2026, dengan rangkaian kegiatan pada tingkat universitas dan fakultas.
Pada hari pertama PBAK, mahasiswa baru UINSU juga mendapatkan materi dari Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara (BNNP Sumut), Brigjen Pol. Tatar Nugroho, S.I.K., S.H., M.H sekaligus penandatangan MoU antara UINSU Medan dan BNNP Sumut.
Pembukaan PBAK turut dihadiri Ketua Senat UINSU Prof. Dr. H. Pagar Hasibuan, M.Ag., para Wakil Rektor, Kepala Biro, Dekan dan Wakil Dekan, Direktur dan Wakil Direktur Pascasarjana.
Reporter : M Nasir


