mimbarumum.co.id — Menanam bunga tidak sekadar membuat lingkungan sekolah tampak lebih indah. Di MA Terpadu Ali bin Abi Thalib, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian dan karakter siswa terhadap lingkungan.
Melalui program penghijauan bertajuk “Menanam Keindahan, Menimbulkan Kepedulian” yang dilakukan pada Sabtu (29/8/26) di lingkungan Islamic Center Ali bin Abi Thalib, para siswa diajak menanam sekaligus merawat berbagai jenis bunga di lingkungan sekolah. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal untuk menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman, asri, dan hidup.
Kepala MA Terpadu Ali bin Abi Thalib, Ibu Ramadhani, mengatakan kegiatan tersebut memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar mempercantik lingkungan sekolah.
“Tujuannya adalah mempercantik lingkungan sekolah, menciptakan lingkungan yang hidup, menciptakan suasana yang nyaman, dan yang paling utama adalah menumbuhkan rasa kepedulian, melatih siswa untuk mencintai dan merawat lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, program penghijauan tersebut sekaligus menjadi implementasi Panca Cinta dalam Kurikulum Berbasis Cinta yang sedang disemarakkan Kementerian Agama, khususnya nilai Cinta Lingkungan.
Ramadhani menilai pendidikan di sekolah tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Karakter dan adab siswa terhadap lingkungan juga perlu dibentuk melalui pengalaman nyata.
“Harapannya, melalui kegiatan ini anak-anak mengerti bahwa belajar di sekolah bukan hanya tentang akademik yang bagus, tetapi juga penanaman karakter dan adab, termasuk adab kepada makhluk hidup lainnya, yaitu lingkungan,” katanya.
Ia menambahkan, siswa tidak hanya diajarkan cara menanam bunga, tetapi juga memahami pentingnya mencintai, merawat, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
“Tidak hanya belajar menanam bunga, tetapi juga belajar mencintai, merawat, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Maka dari itu kita mulai dari hal kecil, yakni melakukan penghijauan dan menumbuhkan keindahan dari sekolah kita,” tuturnya.
Dalam kegiatan perdana tersebut, sekolah memfokuskan penanaman pada berbagai jenis bunga. Sebelum turun langsung menanam, siswa terlebih dahulu mendapatkan sosialisasi mengenai pentingnya penghijauan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman bunga yang melibatkan siswa bersama mahasiswa Bimbingan Konseling UIN Sumatera Utara (UINSU) yang sedang melaksanakan Pengabdian Masyarakat di MA Terpadu Ali bin Abi Thalib.
Kolaborasi tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk belajar melalui praktik langsung. Mereka tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai pentingnya lingkungan, tetapi juga terlibat dalam aksi nyata menjaga dan memperindah lingkungan sekolah.
Ramadhani menjelaskan, program penghijauan tersebut tidak berhenti pada kegiatan penanaman.
“Program ini bersifat kontinuitas atau berkelanjutan dan dilakukan secara bertahap,” jelasnya.
Sebagai bentuk keberlanjutan, sekolah juga membentuk Tim PEKA (Penghijauan dan Kebersihan) yang beranggotakan siswa di bawah pengawasan guru. Tim tersebut diharapkan menjadi penggerak dalam menjaga kebersihan sekaligus memastikan tanaman yang telah ditanam mendapatkan perawatan secara rutin.
Dengan demikian, bunga-bunga yang tumbuh di lingkungan sekolah bukan hanya menjadi penghias halaman. Lebih dari itu, setiap tanaman diharapkan menjadi pengingat bagi siswa bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana.
Reporter: Dzaky


