mimbarumum.co.id – Komisi 4 DPRD Medan minta Dinas Sumber Daya Mineral Bina Marga dan Bina Kontruksi (Dinas SDABMBK) Kota Medan agar fokus penanganan banjir dan genangan air di Kota Medan. Pengerjaan normalisasi sungai dan drainase diharapkan menjadi hal prioritas.
Harapan dan anjuran itu disampaikan Ketua Komisi 4 DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak SH saat menggelar rapat evaluasi triwulan ke II Komisi 4 selaku konterpart bersama Dinas SDABMBK di ruang komisi gedung dewan, Senin (21/9/2026).
Rapat yang dipimpin Paul Mei Anton Simanjuntak SH didampingi anggotanya Jusuf Ginting, Datuk Iskandar Muda, Ahmad Afandi, Renville P Napitupulu dan Lailatul Badri. Hadir Kepala Dinas SDABMBK Khairul Azmi didampingi Kabid Sumber Daya Air Hardi Sibarani dan sejumlah staf lainnya.
Disampaikan Paul, masalah banjir dan sejumlah titik menjadi genangan air di Medan menjadi masalah serius di Kota Medan. Hujan sebentar saja terjadi banjir yang menggangu aktifitas masyarakat. Bahkan air langsung masuk ke rumah warga.
Untuk itu kata Paul, harus dilakukan normalisasi seluruh parit dan sungai di Kota Medan. “Parit harus dinormalisasi. Begitu juga parit yang sudah terpasang U-Ditch (gorong-gorong saluran beton bentuk U pracetak) untuk buat saluran drainase lancar supaya mencuci drainase secara rutin. Artinya sendimen harus dipastikan bersih dari gorong gorong,” ujar Paul asal politisi PDI P itu.
Maka kata Paul, mulai dari sekarang hingga tahun berikutnya, bertahap penanganan banjir harus difokuskan. Dinas SDABMBK harus memetakan dimana sumber masalah dan langkah yang mau dijalankan. “Tentu, untuk solusinya tidak semudah membalikkan tangan. Tapi harus ada perencanaan terukur dan tahapan. Tapi 5 tahun ke depan harus terlihat penyelesaiannya,” ungkap Paul.
Masih menurut Paul, banyak hal yang harus dilakukan Dinas SDABMBK, seperti melakukan koordinasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sumatera (BBWS) Sumatera II serta OPD Pemko Medan.
Masih terkait penanganan banjir dan proyek infrastruktur, Paul Simanjuntak bersama Lailatul Badri dan Renville Napitululu menyarankan agar setiap pengerjaan proyek dimulai dati awal tahun.
Pelaksanaan tender proyek hendaknya silakukan lebih awal sejingga pengerjaan tidak sampai akhir tahun. Sebab, kalau pengerjaan diakhir tahun akan berdampak kualitas proyek buruk karema pengerjaan buru buru.
“Yang pasti jika dikerjakan awal atau pertengan tahun mutu proyek akan lebih berkualitas bahkan tehindar Silpa,” terangnya.
Menyahuti saran dewan, Kepala Dinas SDABMBK Kota Khairul Azmi menyambut baik saran dewan. Maka untuk tahun 2027 nanti pengerjaan dan lelang proyek akan diupayakan mulai bulan Pebruari.
“Bahkan untuk pemasangan U- Dicthn pihaknya berkomitmen mengerjakan lebih awal. Masukan dan saran dewan akan menjadi kajian teknis kami,” imbuhnya.
Terkait Silpa, Khairul Azmi menyebut, pihaknya tetap akan berjuang dan berusaha menghindari Silpa.
Reporter: Jafar Sidik


