mimbarumum.co.id – Hastag Kolaborasi Medan Berkah ala Bobby Nasution menjadi tagline yang mulai banyak dibahas di Kota Medan.
Atas hal itu, Gerakan Sumut Mengajar (GSM) pun menyambut baik dan mengajak Bobby berdiskusi tentang hal apa saja yang bisa dikolaborasikan bersama.
Kader GSM dan Bobby Nasution bertemu di Jalan Asrama Medan. Mereka mendiskusikan banyak hal, terutama persoalan sosial dan pendidikan Kota Medan.
Ketua Umum GSM Fauza Qadriah mengatakan konsep kolaborasi yang digagas Bobby menyangkut program sosial dan pendidikan.
Baca Juga : Gapoktan Kreatif Optimis Bobby Bawa Perubahan di Medan
“Kalau programnya di bidang sosial dan pendidikan tentu saja kita setuju, bila berkolaborasi ke depan bisa terkonsep dengan baik,” kata Fauza, Sabtu (11/1/2020).
Fauza menerangkan GSM memiliki program di bidang pendidikan sosial, agama, ekonomi kreatif serta lingkungan.
“GSM merupakan gerakan dan usaha untuk mengajak semua pihak, untuk ambil bagian menyelesaikan masalah pendidikan di Sumut. GSM juga wadah berkumpulnya semua mahasiswa yang punya cita-cita sama, yaitu ingin membenahi Sumut khususnya bidang pendidikan dan sosial,” ungkap Fauza.
Harapan mereka, semua lapisan masyarakat bisa bergerak dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Ini sesuai cita-cita bangsa kita juga,” ungkap Fauza.
“Gerakan Sumut mengajar ini menyatukan lembaga hukum dengan LPD Ad-Dakwah agar tidak berpisah-pisah surat izinnya, maka LPD Ad Dakwah menaungi semuanya termasuk TK, SD, SMP dan SMA,” tukas Fauza.
Baca Juga : Rempala Indonesia Kota Medan Dukung Bobby Pimpin Kota Medan
Sementara Bobby sangat menyetujui apa yang disampaikan teman-teman dari GSM. Pengertian kolaborasi teman-teman GSM dengan tagline kita juga hampir sama.
“Dari itu kita ingin mengkolaborasikan seluruh segmen yang ada, kita ingin mendengar dan nantinya bisa menjadi satu frekuensi serta bersama-sama berbuat,” ujar Bobby.
Menyoal pendidikan di Kota Medan, Bobby juga berencana membentuk sistem formal dan non formal, juga pendidikan karakter.
“Salahsatu contoh konsep kita yaitu socialpreneur. Jadi kaum milenial yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan seperti Komunitas GSM bisa kita kolaborasi secara program,” tandasnya. (dody/rel)