KJA Ditertibkan, IT Del Sosialisasikan Budidaya Ikan Air Kolam Darat

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Para akademisi dari Institut Teknologi (IT) Del menilai keberadaan Keramba Jaring Apung (KJA) telah mencemari perairan Danau Toba. Sementara kebutuhan pangan akan ikan air tawar terus meningkat.

Keberadaan KJA, kata Indra Tambunan, Ph.D telah menyebabkan kualitas air danau mengalami pencemaran pada tingkat yang memprihatinkan sehingga perlu mendapat penanganan segera untuk menyelamatkan ekosistem di dalamnya.

Selain itu, pencemaran juga menyebabkan berkurangnya keindahan kawasan Danau Toba. Padahal, pemerintah sendiri telah menjadikan obyek wisata tersebut sebagai daerah tujuan pariwisata super prioritas.

Pada sisi lain, kebutuhan pangan ikan air tawar di sekitar kawasan Danau Toba semakin meninggi seiring dengan semakin meningkatnya arus wisatawan di kawasan pariwisata itu.

- Advertisement -

Selama ini, kata Indra Tambunan selaku Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) IT Del, pemenuhan ikan air tawar mengandalkan KJA yang keberadaannya justru mengancam kerusakan lingkungan.

Perlu Solusi

Menurutnya, langkah pemerintah melakukan penertiban KJA langkah tepat. Namun perlu ada solusi bagi para petani ikan yang selama ini mengandalkan produksinya dari budidaya di dalam perairan Danau Toba.

Budidaya ikan air tawar menggunakan kolam darat, katanya menjadi salah satu alternatif yang baik sehingga atas pertimbangan itulah IT Del menjadikan program sosialisasi budidaya ikan di kolam darat sebagai pilihan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Menggunakan sumber pendanaan berasal dari Sekretariat Ditjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, tim itu menggelar pelatihan kepada para petani ikan kolam darat.

Indra Tambunan bersama anggota tim I Gde Dirgayussa S.Pd, M.Si dan Basri Sihotang, S.T. menyebutkan sasaran pada program tersebut adalah para petani ikan yang ada di sekitaran daerah Toba melalui Kelompok Tani De’ke yang diketuai Doan Pangaribuan.

Acara pelatihan tersebut berlangsung di Desa Sibarani Sitangkola, Laguboti pada Rabu, 22 Desember 2021 lalu.

Indra Tambunan pada kesempatan itu memperkenalkan dan mendorong pengimplementasian teknologi IoT sebagai monitoring otomatis pada kolam darat.

Reporter : Ngatirin/rel

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Pilihan

Dibangun di Lahan Seluas 10 Hektar, TPA Samosir Miliki Fasilitas Terlengkap di Sumatera Utara

mimbarumum.co.id - Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah dengan fasilitas terlengkap se Sumatera Utara yang dibangun di lahan seluas 10...