mimbarumum.co.id – Kepala Balai Bahasa Sumatra Utara (BBSU), Bapak Asrif MHum mengapresiasi dan mengatakan kegiatan Pelatihan Menulis Naskah Drama yang diselenggarakan oleh Sanggar Budaya GENERASI dalam rangkaian Festival Sastra dan Peradaban II sangat luar biasa.
Kegiatan tersebut juga didukung oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen yang dipantau oleh Balai Bahasa Sumut yang dilaksanakan pada Jumat (26/9/25) di Taman Budaya Medan. Kegiatan itu menghadirkan 20 peserta juga dua narasumber yang ahli di bidangnya, yakni Asnidar dan Yusrianto Nasution.
Bapak Asrif MHum mengungkapkan, kegiatan seperti ini harus selalu aktif dan terus dilakukan, mengingat zaman digitalisasi terus berkembang dan keterbatasan sosial semakin berkurang.
Dirinya mengatakan, dengan adanya kegiatan bermanfaat seperti ini para remaja akan lebih maju dari pada orang lain yang tidak mengikutinya, bahkan sangat penting untuk kepenulisan yang lain.
“Andai saja komunitas yang menerima 10 atau 20, pasti ada ratusan kegiatan literasi dan sastra di provinsi kita,” sahutnya.
“Ini sangat penting sekali bagi pemerintah kota dan kita semua dalam rangka menghidupkan sastra di Kota Medan dan Sumut,” lanjutnya.
Lalu, kepala Balai Bahasa Sumut itu juga mengatakan, para peserta yang terpilih mengikuti pelatihan tersebut harus bersungguh-sungguh. Sebab kegiatan itu sangat mahal.
“Mahalnya itu karena jarang, bukan karena biayanya,” ucapnya.
“Pemerintah selalu hadir untuk mendampingi komunitas. Jadi ide-ide mereka untuk berkegiatan itu dapat difasilitasi melalui dana bantuan pemerintah,” lanjutnya.
Dirinya berpesan kepada para komunitas terkhususnya di Sumut bahwa harus optimis dengan kegiatan bermanfaat yang hendak dilakukan.
“Jangan pernah ragu dengan hal anggaran. Pemerintah saat ini juga menyiapkan anggaran untuk kegiatan kesastraan di Sumut,” tutupnya.
Di sisi lain, Suyadi MSi selaku pembina Sanggar Budaya GENERASI dalam kesempatannya mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut diusung karena masyarakat masih sedikit memahami kepenulisan naskah drama.
“Ini dibuat karena tahun lalu kami buat lomba naskah drama peminatnya kurang banyak dan yang mengirim naskahnya kurang bagus. Jadi kami tahun ini buat pelatihan naskah dramanya,” katanya
Ia berharap dengan adanya kegiatan tersebut bisa melahirkan penulis-penulis baru seperti sastrawan pendahulu yang terkenal dari Sumut seperti Chairil Anwar dan lain-lain.
“Semoga karya mereka akan lahir dan menggantikan karya-karya lama. Kami berharap tahun-tahun ke depan naskah drama akan mewarnai Sumatra Utara,” imbuhnya.
Kegiatan Pelatihan Menulis Naskah Drama Tingkat Pelajar dan Mahasiswa merupakan satu dari total tiga kegiatan di Festival Sastra dan Peradaban II. Kegiatan yang lain yaitu Workshop Drama Tradisional Bangsawan dan Festival Drama Epos Perjuangan.
Reporter: Dzaky



