mimbarumum.co.id – Berbagai dugaan kasus korupsi di Medan dan Sumatera Utara, termasuk soal Blok Medan dan impor nikel ke Tiongkok, disebut-sebut masih menjadi pekerjaan rumah KPK. Namun, hingga kini lembaga antirasuah itu belum menunjukkan langkah berani untuk memeriksa maupun memanggil Gubernur Sumut Bobby Nasution.
Menantu Presiden Joko Widodo ini disebut-sebut terlibat dalam dua kasus di atas. Teranyar, namanya juga dikaitkan dengan penangkapan Topan Ginting, eks Kepala Dinas PUPR Sumut.
Ketua Koalisi Aksi Mahasiswa Anti Korupsi (KAMAK) Azmi Hadli mengatakan, masyarakat menanti ketegasan aparat penegak hukum dalam mengusut tuntas dugaan-dugaan korupsi yang selama ini beredar.
“Berbagai dugaan kasus korupsi di Medan-Sumut menanti Bobby Nasution, termasuk Blok Medan, impor nikel ke Tiongkok dan banyak lagi yang lainnya. Namun, sepertinya KPK belum berani memeriksa dan memanggil Bobby Nasution,” ujar Azmi.
Azmi menambahkan, dugaan-dugaan kasus ini bukan hal baru dan sudah menjadi perbincangan publik. Oleh karena itu, ia mendesak KPK untuk segera menindaklanjuti informasi yang ada demi terciptanya pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi.
“Kami berharap KPK tidak tebang pilih dalam pemberantasan korupsi. Semua pihak harus diperlakukan sama di mata hukum, tanpa memandang status atau jabatan,” tegasnya.
Reporter: Jafar Sidik


