mimbarumum.co.id – Kelebihan yang dimiliki wilayah dataran tinggi adalah kekayaan alam. Salah satu kekayaan dataran tinggi Sumut adalah Danau Toba, yang kini menjadi super prioritas dari pemerintah pusat dengan kucuran anggaran telah mencapai Rp12 triliun.
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menjelaskan kekayaan alam Danau Toba ini, harus dimanfaatkan dengan baik. Terutama karena dana yang dikucurkan sudah banyak.
“Dengan kekayaan alam Danau Toba, ditambah lagi dataran tinggi punya andalan pertanian dan pariwisata,” tegas Edy di Hotel Sibayak Berastagi Karo, Jumat (6/3/2020).
Gubernur mengungkapkan pembangunan bukan sekedar mengerjakan sesuatu dan dapat dilihat, tetapi perlu ada proses penyusunan yang berasal dari tingkat bawah. Sehingga apa yang dibutuhkan di masyarakat dapat diketahui dan dijadikan prioritas.
Baca Juga : 6,1 Triliun Investasi Swasta Untuk Danau Toba di Tahun 2020
“Saya tidak mau (pembangunan) ini suka-suka saja. Nanti bangun di sini, ini bangun di sana. Saya mau semuanya dari bawah ke atas (bottom up). Saya mau yang pasti saja, yang tidak pasti kita tinggalkan,” kata Gubernur.
Gubernur ingin membangkitkan semangat dan minat masyarakat, khususnya pemerintah kabupaten/kota yang juga akan mendapatkan porsi pembangunan dari alokasi APBD Provinsi Sumut yang menjadi prioritas di 2021 mendatang.
“Apa yang masuk di sini nanti akan kita rapatkan dan kita prioritaskan. Apa yang mau kita buat, mana yang paling prioritas,” sebut Edy Rahmayadi.
Bupati Karo Terkelin Brahmana mengapresiasi rencana pembangunan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) yang diyakini juga akan berdampak positif bagi kabupaten/kota.
Dia berharap Gubernur membuat kebijakan yang efektif untuk meningkatkan pembangunan di wilayah dataran tinggi yang memiliki peran sangat strategis. “Dengan menempatkan wilayah dataran tinggi dalam prioritas kebijakan pembangunan provinsi tahun 2021 sehingga dapat berkontribusi dan mempercepat pembangunan,” tukasnya.
Pra Musrenbang untuk Wilayah Dataran Tinggi diikuti Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba, Samosir, Karo, Simalungun, Dairi, Pakpak Bharat dan Pematangsiantar.
Reporter : Siti
Editor : Dody Ferdy