Kegigihan serta kerja keras merupakan modal untuk menggapai masa depan cemerlang. Karena tak ada hasil yang mengkhianati proses.
Keberhasilan Fandy mengikuti berbagai ajang pemilihan duta di kota Medan membawanya hingga ke kancah nasional dan mengharumkan nama Sumut. Lelaki berusia 22 tahun ini merupakan mahasiswa Agribisnis Universitas Sumatera Utara (USU).
Berasal dari kota Rantau Prapat untuk hidup merantau di Medan sejak duduk dibangku SMA tidak memudarkan tekad Fandy untuk berkarya di masa mudanya.
Dimulai dari mengikuti ajang pemilihan duta Bahasa. Acara besutan Balai Bahasa ini bertujuan untuk menggerakkan anak-anak muda agar semakin mencintai bahasa Indonesia dan ikut melestarikannya.
Fandy mendapatkan juara 4th Runner Up Duta Bahasa Sumut dan meraih penghargaan lainnya berupa Duta Bahasa Favorit Sumut. Dalam ajang ini Fandy mendapat banyak pengetahuan mengenai bagaimana tata cara berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Sehingga tidak ikut-ikutan zaman dan memudarkan bahasa Indonesia.
Tidak hanya aktif dan berprestasi diluar kampus, sebaliknya Fandy juga dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dan pintar. Terbukti dengan fakta bahwa Fandy mampu mendapatkan beasiswa selama masa kuliah.
Selain itu Fandy juga ikut mencoba ajang pemilihan Duta Mahasiswa USU. Dalam ajang tersebut peserta dibekali materi dan di karantina selama sebulan bersama mahasiswa-mahasiswi berprestasi di USU lainnya.
Melewati tahap eliminasi setiap minggunya, Fandy mendapat kesempatan untuk masuk ke tahap Grand Final Duta Mahasiswa USU. Dengan kepiawaiannya dalam public speaking menghantarkan Fandy menjadi juara 1 disambut gelar Duta Mahasiswa Putra USU. Fandy menjadi mahasiswa pertama peraih gelar kehormatan tersebut.
Sukses dalam berbagai ajang pageant di kota Medan. Fandy semakin termotivasi untuk mengikuti ajang perlombaan lainnya. Seakan hal ini memberikan candu baginya, Fandy mengikuti ajang pemilihan duta lainnya. Kali ini Pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe).
Ajang untuk mempelopori anak-anak muda dalam menyebarkan program GenRe oleh BKKBN. Sebagai wadah untuk mengajarkan remaja menjauhi pernikahan dini, seks pranikah dan penyalahgunaan narkoba. Tanpa menjadi tinggi hati dan tetap untuk melatih diri menjadi lebih lebih baik. Sifat Fandy tersebut menghantarkannya menjadi juara 1 dengan gelar Duta GenRe Sumut Jalur Masyarakat.
Menjabat sebagai Duta GenRe sumut Fandy kemudian dilanda kesibukan untuk melakukan penyuluhan ke desa-desa dalam menyebarkan program GenRe pada remaja. Hal ini dipandang Fandy sebagai hal yang menyenangkan karena ia bisa kerja nyata untuk melalukan hal yang bermanfaat bagi orang lain.
GenRe merupakan suatu program yang dikembangkan dalam rangka penyiapan dan perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja. Sedang Duta GenRe merupakan sosok, contoh, dan panutan bagi remaja dan menyebarkan program GenRe kepada remaja untuk menciptakan generasi emas.
Dengan terpilihnya Fandy sebagai Duta GenRe Sumut, otomatis membawa Fandy sebagai perwakilan Duta GenRe wilayah provinsi Sumut untuk diadu di tingkat nasional.
Fandy bersaing dengan total peserta 131 orang dari 34 provinsi, baik mewakili jalur pendidikan dan jalur masyarakat. Acaranya diadakan di Hotel Mercure Convention Center Ancol, Jakarta Utara.
Walaupun gugup saat mengingat ini perlombaan pertamanya berskala nasional namun Fandy tetap berusaha menampilkan yang terbaik.Tidak tanggung-tanggung Fandy mampu meraup dua penghargaan sekaligus. Fandy berhasil meraih juara 2nd Runner Up Duta Genre Indonesia dan Best Social media Inspirator.
Ikut mengambil andil dalam gerakan membenahi bangsa dengan berkarya dimasa muda, Fandy selalu memotivasi anak-anak muda untuk terus produktif dan mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya.
Fandy berpesan “Saat ini ada 66 juta remaja dan jika kita tidak bergerak kita akan menjadi sampah di 66 juta itu. Usia produktif harus dipakai untuk mempersiapkan diri untuk Negara, ambil peran untuk lebih produktif lagi dan bermanfaat bagi Negara, bukan menjadi tanggungan Negara”. (shine publisher)