“Dimana Melangkah”

Jarak yang mengajarkan

Ketakutan yang membelenggu

Daratan yang terhampar

Mengisahkan sayupan dentingan hujan

Lelap gulita yang terpikir

Lalu keegoisan tertepa

ita pulih dari sunyi

Sepi melayang

Tangan terentang menghirup udara

Berdiri memandang

Kau terlihat indah

Dikenang setiap senyum

Dan saat kita bertemu

Mata hanya berbahasa

Lalu perlahan hilang dibalik dinding yang diam

Aku terpaku kaku tak tahu ini nyata atau palsu

Baca Juga : Fandy Matondang, Teladan Remaja Menuju Generasi Emas

Oleh : Siti Anggraini/Mahasiswi UMN Al-Washliyah Prodi Bahasa Sastra Indonesia