mimbarumum.co.id – Dr. Paulus dan istrinya, dr. Theresia Nancy, kaget saat mendengar kabar aneh dari penjaga lahan miliknya di Jalan Amplas, Medan. Sebab, tanpa meminta ijin sebelumnya, lahan miliknya dijadikan tempat ritual sekelompok warga yang diduga pengikut aliran sesat.
Ritual itu terjadi disaksikan penjaga lahan pada Kamis (29/2/2024). Dengan
mengenakan baju hitam, putih dan payung hitam, mereka berkumpul bahkan membongkar seng pembatas lahan, dengan dipimpin seorang yang diduga Biksu.
Penjaga lahan milik Dr. Paulus sudah berusaha mencegah mereka menjalankan ritual tak biasa itu. Tetapi mereka tak peduli dan tetap melanjutkan ritual tersebut.
Selanjutnya, Dr. Paulus yang mendapatkan kabar tersebut, berupaya untuk mencari tahu ritual apa yang dilakukan sekelompok orang itu.
“Saya pun coba mengonfirmasi Biksuni Vihara yang memimpin ritual aneh itu, tetapi sayangnya tidak dapat dijumpai. Dan saat saya bertanya ke penjaga Vihara, ternyata dia tidak tahu ritual apa yang telah dijalankan sekelompok orang itu di lahan milik saya,” ungkap Dr. Paulus.
Dia pun berharap situasi tersebut tak terulang lagi. Apalagi ini menyangkut ritual keagamaan.
“Saya kira, di agama apa pun, tak boleh berbuat anarki dengan menggunakan lahan orang lain tanpa ijin,” sebut Dr. Paulus, sembari mengaku masih berkonsultasi dengan penasehat hukumnya untuk membawa kasus ini ke ranah hukum.
Reporter: Jafar Sidik


