mimbarumum.co.id – Dr. Muhammad Alfikri, S.Sos., M.Si secara resmi mendaftarkan diri sebagai Calon Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal (Madina) periode 2026–2030.
Pendaftaran dilakukan pada Rabu, (15/1/2026) lalu, sekitar pukul 14.00 WIB. Langkah tersebut mendapat sambutan positif serta dukungan moral dari Bupati Madina dan KH Ali Akbar Marbun, yang menilai kehadiran figur akademisi muda seperti Alfikri penting bagi masa depan STAIN Madina, terlebih dalam proses transformasi kelembagaan menuju Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madina.
Bupati Saipullah Nasution menyampaikan harapannya agar proses pemilihan pimpinan STAIN Madina dapat melahirkan sosok yang mampu menjaga stabilitas kampus, memperkuat tata kelola, serta merangkul seluruh elemen civitas akademika.
Senada dengan itu, KH Ali Akbar Marbun menekankan pentingnya kepemimpinan yang berakar pada nilai keilmuan, keulamaan, dan keteladanan moral.
Dr. Muhammad Alfikri dikenal sebagai akademisi muda berlatar belakang keluarga ulama. Ia lahir di Kota Medan pada 23 Maret 1983 dan merupakan putra dari Prof. Dr. H. Ali Ya’kub Matondang, MA, seorang ulama, dai, dan akademisi terkemuka. Latar belakang keluarga religius tersebut menjadi fondasi penting dalam perjalanan intelektual dan pengabdiannya di dunia pendidikan dan birokrasi.
Karier akademiknya dimulai setelah menamatkan pendidikan Sarjana Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Sumatera Utara (USU) pada 2004. Ia sempat mengabdi sebagai Asisten Dosen USU (2004–2005), lalu menjadi Dosen Tetap Universitas Medan Area (UMA) pada 2005–2010.
Pada 2010, Alfikri memasuki dunia birokrasi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan jabatan Pranata Humas di Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Pengalaman tersebut memberinya pemahaman praktis mengenai tata kelola kelembagaan dan pelayanan publik.
Semangatnya di bidang akademik berlanjut dengan menempuh Program Doktor (S3) Ilmu Komunikasi di UIN Sumatera Utara, angkatan pertama, hingga meraih gelar doktor pada 2017. Ia kemudian kembali ke dunia kampus dan bergabung di UIN Sumatera Utara, awalnya sebagai tenaga administrasi Fakultas Ushuluddin (2014–2016), sebelum diangkat menjadi Dosen Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UIN Sumut sejak 2016 hingga kini.
Mengenai pencalonannya sebagai Ketua STAIN Madina, Alfikri menyatakan keputusan tersebut diambil setelah adanya dorongan dari sejumlah anggota Senat STAIN Madina, serta dukungan keluarga, tokoh masyarakat, dan ulama.
“Perjalanan hidup dan pendidikan saya penuh dengan proses dan pengorbanan. Prinsip hidup saya sederhana: sabar, ulet, tidak malas, tahu berterima kasih, dan yakin atas kuasa Allah SWT,” ujarnya.
Pencalonan Dr. Muhammad Alfikri diharapkan mampu menghadirkan kepemimpinan yang meneduhkan, memperkuat tata kelola akademik, serta mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi keagamaan Islam di STAIN Mandailing Natal, khususnya dalam menyongsong perubahan status menjadi IAIN Madina.
Reporter: Ngatirin/rel


