Dana Desa Rp 143 Juta Penanaman Pipa Mubajir, Kades Pardugul Dilaporkan

mimbarumum.co.id – Kepala Desa Pardugul, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir,  masih mempermainkan dana desa yang diprogramkan Presiden Jokowi untuk kemakmuran masyarakat desa.

Setelah beberap tahun mesin pompa air 30 PK dilengkapi dengan penanaman pipa yang didanai PNPM tidak berfungsi, Kades Pardugul menganggarkan Rp143 juta untuk penanaman pipa dari dana desa.

“Kita para petani seyogianya bisa bertanam padi dua kali setahun, kalau pompa itu berfungsi,” sebut warga setempat Hasahatan Sitanggang kepada mimbarumum.co.id, Senin (2/3/2020) di kediamannya.

Baca Juga : Petani di Aceh Tamiang tak Bisa Bercocok Tanam

Menurutnya, pompa air dilengkapi penanaman pipa itu tidak berfungsi sejak dibangun. “Pemerintah Desa kembali menganggarkan dana sebesar Rp147 juta untuk menanam pipa, tapi hingga hari ini, tak setetes pun air dihasilkan,” sebut Hasahatan prihatin.

Dikatakannya, harapan mereka telah sirna karena pompa yang diharapkan mampu menciptakan Desa Pardugul swasembada beras dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, hanya impian.

Menurutnya, program pengadaan mesin pompa itu awalnya direncanakan untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian masyarat. “Sekitar puluhan hektar sawah yang dekat dengan Danau Toba, berpotensi menopang ekonomi warga, tapi sejak ada pompa air itu tidak berfungsi sama sekali” katanya kesal.

Dijelaskan Hasahatan, pompa air yang dilengkapi dengan penanaman pipa itu awalnya dikerjakan melalui PNPM Mandiri tahun 2008 lalu, dengan pengurus TPK kroni Kepala Desa. “Kalau tidak salah orangtua kades yang menjadi TPK ketika itu,” papar Hasahatan.

Atas keluhan masyarakat ini, pegiat antikorupsi dari LSM Gerhana Pusat akan melaporkan Kades Pardugul ke Tipikor Polres Samosir.

“Kita prihatin dengan nasib petani yang seolah olah dipermainkan oleh oknum kades itu,” sebut divisi investigasi Gerhana Pangihutan S kepada wartawan.

Ia menegaskan, kalau sampai belasan tahun tak berfungsi, pompa air yang menggunakan uang rakyat perlu menjadi atensi. “Kalau kita kaji, seandainya pompa itu berfungsi telah menghasilkan miliaran rupiah selama belasan tahun,” pungkas Pangihutan.

Reporter : Robin Nainggolan

Editor : Dody Ferdy