mimbarumum.co.id – Ratusan pengunjuk rasa yang tergabung dari kelompok buruh, tani, nelayan, masyarakat adat dan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di Fly Over Amplas Jalan Sisingamangaraja Medan, Kamis (16/7/2020).
Pantauan wartawan dalam aksinya massa aksi menduduki salah satu ruas Fly Over Amplas persis di ruas Medan menuju Tanjungmorawa, sehingga tidak dapat dilewati pengguna jalan.
Kendati begitu, polisi masih membuka lajur kanan ruas jalan fly over. Selain itu, si ruas jalan Tanjungmorawa menuju Medan tetap dibuka.
Dalam aksinya massa menolak rancangan Undang-undang Omnibus Law yang akan disahkan DPR RI.
Baca Juga : Danrem 023/KS Kunjungan Kerja ke Yonif 123 Rajawali
“Bukan menunda, kita menolak Omnibus Law. Undang-undang yang tidak berpihak kepada rakyat,” ujar salah seorang orator.
“Siap kami pertaruhkan jiwa dan raga kami bersama, jangan mundur satu langkah pun,” teriak orator.
Dalam aksi unjuk rasa ini terlihat personel kepolisian berada di lokasi mengamankan aksi unjuk rasa. Selain itu, dengan adanya aksi ini arus lalu lintas di seputaran lokasi macet.
Setelah membubarkan diri dari Fly Over Amplas, ratusan massa aksi tolak Omnibus Law melanjutkan orasi di Jalan Sisingamangaraja Simpang Tritura Medan.
Dalam aksinya massa membentang spanduk besar bertuliskan ‘Gagalkan Omnibus Law’.
“Tanah untuk rakyat, pendidikan gratis, upah buruh nasional tidak akan terjadi bila Omnibus Law disahkan,” teriak massa aksi.
Pantauan wartawan, massa aksi unjuk rasa menggelar demonstrasi di pinggir ruas Jalan Sisingamangaraja Medan, persis yang mengarah ke Kota Medan.
Kapolsek Patumbak Kompol Arvin Fahreza mengatakan pihaknya mengerahkan 400 personel gabungan yang terdiri atas Polda Sumut, dan Polrestabes Medan untuk mengawal jalannya aksi.
Diketahui ratusan massa dari berbagai elemen buruh melakukan aksi longmarch dari Jalan Sisingamangaraja tepatnya di dekat simpang Mareindal menuju fly over Amplas.
Dalam aksi tersebut, ratusan buruh menuntut agar RUU Cipta Kerja dengan metode Omnibus Law untuk dihapuskan. Karena menurut massa aksi RUU tersebut sangat tidak berpihak kepada buruh.
Reporter : Dody Ferdy
Editor : Dody Ferdy

