FPK Medan Bedah Makna Sumpah Pemuda, Libatkan Tokoh Muda dalam Dialog Kebangsaan

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) menggelar Dialog Pembauran dan Kebangsaan bertema “Refleksi Sumpah Pemuda dan Pembauran Kebangsaan” di kantor sekretariat FPK, Jalan Setia Budi, Komplek Setia Center, Jumat (30/10/2026).

Dialog tersebut menjadi ruang diskusi untuk merefleksikan kembali semangat Sumpah Pemuda, kemajemukan, serta pentingnya pembauran dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya di Kota Medan yang dikenal memiliki keberagaman etnis dan agama.

Ketua FPK, Dr. Delyuzar, mengatakan kegiatan tersebut secara khusus mengangkat pandangan tokoh-tokoh muda mengenai makna Sumpah Pemuda dan tantangan pembauran kebangsaan di tengah masyarakat majemuk.

“Hari ini kita coba untuk mendiskusikan bagaimana terutama pandangan tokoh-tokoh muda tentang Sumpah Pemuda, tentang kemajemukan dan tentu tentang pembauran dan kebangsaan,” ucap Delyuzar.

Delyuzar juga menjelaskan, dialog tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Faisal Riza, MA, Ketua Program Studi S3 Studi Islam UINSU, serta Irsan Armadi, SH, MSI, MH, Ketua Forum Pemuda Lintas Agama Kota Medan.

Menurut Delyuzar, kedua narasumber menyampaikan perspektif yang berbeda, baik dari sudut pandang akademisi dan peneliti maupun dari kalangan generasi muda.

“Tadi mereka mendiskusikan bagaimana perspektif dari seorang peneliti dan ilmuwan, tapi perspektif anak muda. Tentang bagaimana Indonesia ke depan, terutama Medan yang sangat majemuk,” ujarnya.

Delyuzar berharap, keberagaman yang dimiliki masyarakat tidak menjadi sekat pemisah, melainkan kekuatan untuk membangun persatuan dan mendukung pembangunan Kota Medan.

“Semua kita punya peran, baik etnik maupun agama yang berbeda, untuk menjamin bahwa ke depan kita akan tetap kompak dan menyatu untuk pembangunan Kota Medan,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam dialog yang dimoderatori Robert Irfandi H. Situmorang, Dr. Faisal Riza menyoroti bahasa persatuan sebagai salah satu keputusan politik penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Menurutnya, bahasa Melayu telah lebih dahulu hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Namun, penggunaan nama Bahasa Indonesia merupakan bagian dari perjuangan membangun identitas dan cita-cita kebangsaan.

Dalam pernyataan penutupnya, Faisal juga mengajak peserta merefleksikan kembali hakikat pembauran kebangsaan, termasuk dari mana nilai-nilai pembauran tersebut berasal dan bagaimana identitas keindonesiaan dibangun.

“Sekadar refleksi saja, kalaupun kita mempunyai agenda pembauran ini barang ini dari mana? Dari luar atau dari dalam? Menjadi Indonesia ini bahannya apa,” ungkapnya.

Sementara itu, Irsan Armadi menyampaikan materi mengenai makna Sumpah Pemuda dalam konteks kehidupan masyarakat saat ini.

Irsan Armadi menegaskan, semangat Sumpah Pemuda harus diterjemahkan ke dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Irsan, makna tiga ikrar Sumpah Pemuda dapat direfleksikan melalui tiga hal penting.

Pertama, Satu Tanah Air, yakni Indonesia merupakan rumah bersama yang wajib dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.

Kedua, Satu Bangsa, yaitu identitas kebangsaan harus berjalan berdampingan dengan identitas pribadi tanpa menghilangkan keberagaman.

Ketiga, Satu Bahasa Persatuan, yang harus diwujudkan melalui komunikasi yang santun, jujur, dan terbuka guna membangun saling pengertian.

Irsan menekankan bahwa semangat sejarah tidak cukup hanya dikenang melalui peringatan seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata untuk memperkuat persatuan.

Dialog yang dihadiri beerapa anggota Forum Pembauran Kebangsaan dan anggota Forum Pemuda Lintas Agama Kota Medan berlangsung dalam suasana diskusi interaktif.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan cendera mata dari Ketua FPK, Dr. Delyuzar, kepada para narasumber.

Reporter: Jafar Sidik

Tinggalkan Balasan

spot_img

Berita Pilihan

FAI UNIVA Medan Gelar Gerakan Wakaf Alumni, Himpun Dana Rp12,35 Juta

mimbarumum.co.id - Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Al-Washliyah (Univa) Medan menggelar kegiatan Gerakan Wakaf Alumni (GWA), Jumat (30/10/2026). Kegiatan yang...