Peringatan Hari Kartini ke – 147 di Medan, Wali Kota Medan : Perempuan Harus Dilindungi

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Peringatan Hari Kartini ke-147 tingkat Kota yang digelar TP PKK Kota Medan berlangsung semarak dan penuh inspirasi di Gedung Werenhuis, Jalan Hindu, Senin (27/4/2026).

Suasana hangat dan meriah pun mewarnai kegiatan yang dihadiri puluhan perempuan dengan mengenakan seragam kebaya dari berbagai elemen, mulai dari organisasi wanita, TP PKK, Jajaran perangkat daerah hingga Kaukus Perempuan Parlemen DPRD Medan dan Istri Konsul negara sahabat serta driver Ojol perempuan.

Kemeriahan peringatan hari Kartini semakin bertambah dengan hadirnya Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Ketua TP PKK Kota Medan Ny Airin Rico Waas di tengah-tengah kaum perempuan- perempuan hebat.

Tidak hanya sekedar seremonial, peringatan hari Kartini di kota Medan yang penuh makna ini dengan diisi kisah inspirasi dari sosok wanita hebat dan kuat yakni Vionita Sinaga. Beliau merupakan salah satu wanita yang bisa bangkit dari titik terendah dalam hidupnya.

Selain itu, peringatan hari Kartini diisi dengan penampilan warga binaan dari Lapas perempuan Kelas II A Medan dengan menyanyikan beberapa lagu yang menginsipirasi dan penampilan pebiola (violis) Qiara Asqa yang merupakan peraih Gold Award mewakili Indonesia di ajang Asia All Stars Festival.

Dalam sambutannya, Wali Kota Medan Rico Waas menyampaikan bahwa momentum Hari Kartini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat pentingnya membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk berkarya, memimpin, dan berdaya secara mandiri.

Menurutnya, perempuan masa kini adalah “Kartini-Kartini” baru yang memiliki kapasitas besar, bukan hanya sebagai pendamping hidup, tetapi juga sebagai penggerak keluarga, penguat ekonomi rumah tangga, hingga pengambil keputusan di ruang publik.

“Kami meyakini perempuan bukan hanya sekadar pendamping. Perempuan adalah tempat laki-laki mencari ketenangan, sekaligus sosok yang mampu melahirkan gagasan dan ide-ide besar,” kata Rico Waas.

Dijelaskanya, Pemko Medan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan terus mendorong peningkatan akses pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi perempuan. Berbagai pelatihan seperti menjahit, kriya, pembuatan tas, busana, hingga desain fesyen telah rutin dilaksanakan.

Langkah ini bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi perempuan sekaligus menopang ketahanan ekonomi keluarga melalui sektor UMKM.

“Suami mencari nafkah, tetapi bukan berarti istri tidak bisa membantu. Perempuan juga bisa berkarya dan memperkuat ekonomi keluarga,” jelas Rico Waas.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyoroti masih adanya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan diskriminasi terhadap perempuan yang kerap tidak terlaporkan karena korban merasa takut.

Atas dasar itu Rico Waas meminta jajaran TP PKK hingga tingkat Kecamatan untuk proaktif melakukan pendampingan dan advokasi, agar perempuan tidak merasa sendirian saat menghadapi persoalan tersebut.

“Perempuan bukan tempat pelampiasan kekerasan. Perempuan harus dilindungi dan diberikan porsi yang tepat,” tukas Rico.

Reporter : Jepri Zebua

Tinggalkan Balasan

spot_img

Berita Pilihan

Bobby Nasution Apresiasi Pengungkapan 1,16 Ton Ketamin, Minta Jaringan Narkotika di Sumut Diputus

mimbarumum.co.id – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengapresiasi keberhasilan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bersama instansi terkait...