mimbarumum.co.id – Kegiatan Pesantren Kilat Ramadan (PKR) yang berlangsung 11 -13 Maret 2026 di SMAN 1 (SMANSa) Jl Teuku Cik Ditiro Medan sukses terlaksana dengan baik.
Kepala SMAN 1 Medan, Elfi Sahara MSi, Jumat (13/3/2026) usai penutupan mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta, panitia dan guru yang telah bekerja keras mensukseskan semua rangkaian kegiatan.
Kegiatan yang diikuti sebanyak 291 siswa dan 59 panitia siswa dan guru itu juga diarahkan untuk membentuk generasi muslim yang istiqomah dalam menjalankan pola hidup islami sesuai keteladanan Rasulullah SAW, sekaligus meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran Islam di kalangan peserta didik.
PKR bertujuan membangun karakter siswa yang berakhlakul karimah dan berbudi pekerti luhur.
Elfi menambahkan, selain kegiatan PKR, pihak sekolah juga mengadakan buka puasa bersama yang diikuti para siswa dan seluruh guru. “Seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik hingga selesai serta memberikan manfaat bagi seluruh peserta didik,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I David Eltom Nainggolan S.STP, MSi saat membuka PKR mengatakan, kegiatan ini dinilai menjadi bagian penting dalam membangun karakter generasi muda agar tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak dan bertanggungjawab dalam kehidupan.
Ia mengatakan bahwa pendidikan saat ini tidak hanya berbicara tentang pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik.
Menurutnya, bulan Ramadan merupakan momentum yang sangat tepat untuk menanamkan nilai-nilai tersebut kepada para siswa.
“Bulan ini bukan hanya menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki diri, memperkuat akhlak, serta menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menilai PKR juga sangat relevan untuk membentuk karakter peserta didik. Melalui kegiatan tersebut, lanjutnya, para siswa tidak hanya memperoleh pemahaman agama, tetapi juga belajar nilai kedisiplinan, kebersamaan, saling menghormati, serta memperkuat hubungan antara siswa dengan guru maupun antar sesama siswa.
David menegaskan kegiatan tersebut tidak boleh dimaknai sekadar kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk membangun karakter generasi muda di tengah berbagai tantangan zaman.
“Generasi muda dituntut untuk cerdas secara akademik, juga memiliki akhlak dan adab, sikap santun serta tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,” katanya.
Selain itu, sekolah juga dinilai memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang pintar, berintegritas, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
Reporter : M Nasir


