mimbarumum.co.id — Wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan tonggak penting dalam perjalanan hidup para lulusan. Di balik toga yang dikenakan, terdapat pengorbanan orang tua, ketekunan dosen, serta doa yang terus dipanjatkan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, saat menghadiri Wisuda 305 Wisudawan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Raudhatul Akmal Angkatan XI dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ar-Raudhah Angkatan VII di bawah naungan Yayasan Perguruan Raudhatul Akmal (YPRA), di Hotel Madani, Medan, Sabtu (24/1/2026).
Dalam sambutannya, Wabup menegaskan bahwa menuntut ilmu tidak boleh melepaskan dua hal utama, yakni Allah SWT sebagai sumber segala ilmu dan para guru serta dosen sebagai pendidik yang telah menyalakan pelita pengetahuan.
“Ilmu tidak lahir dari ruang kosong, melainkan tumbuh dari adab, penghormatan kepada guru, dan kerendahan hati. Sebesar apa pun ilmu seseorang, akan kehilangan keberkahannya jika melupakan jasa pendidik,” ujar Wabup.
Ia menambahkan, pendidikan memang tidak selalu menjamin kesuksesan materi, namun memiliki peran besar dalam membentuk karakter, memperluas cara berpikir, serta menumbuhkan kemampuan beradaptasi dan berinovasi di tengah masyarakat.
“Keberhasilan sejati tidak hanya diukur dari jabatan atau harta, tetapi dari seberapa besar ilmu itu memberi manfaat bagi sesama,” tegasnya.
Menurut Wabup, lembaga pendidikan merupakan pilar utama pembangunan daerah karena dari sanalah lahir sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.
Sebelumnya, Sekretaris Kopertais Wilayah IX Sumatera Utara, Dr Syawaluddin Nasution MAg, menekankan pentingnya menghormati orang tua, membiasakan bersyukur, menjaga adab di atas ilmu, serta menjaga nama baik almamater.
Ia juga mengungkapkan hasil asesmen Kementerian Agama tahun 2025 yang menunjukkan sekitar 58 persen alumni perguruan tinggi agama Islam belum fasih membaca Al-Qur’an, khususnya dalam aspek tajwid dan makhraj huruf. Karena itu, para lulusan diminta terus meningkatkan kompetensi keilmuan dan keagamaan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Perguruan Raudhatul Akmal, Afrida Handayani MA, menyampaikan bahwa wisuda merupakan awal memasuki dunia kerja dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, lulusan tidak cukup hanya mengandalkan ijazah, tetapi juga harus meningkatkan keterampilan, penguasaan teknologi informasi, kemampuan berorganisasi, etika komunikasi, serta bahasa asing.
Ketua Panitia Wisuda, Dr H Khairul Anwar MSi, melaporkan jumlah wisudawan dan wisudawati yang dikukuhkan sebanyak 305 orang, terdiri dari 222 lulusan STAI Raudhatul Akmal dan 83 lulusan STIT Ar-Raudhah.
Reporter: Ngatirin/rel


