Banjir Rendam Tol Belmera, Jasa Marga Terapkan Contraflow Sepanjang 5 Km

Berita Terkait

mimbarumum.co.id Genangan air setinggi 80 sentimeter akibat luapan Sungai Deli membuat Ruas Tol Belmera lumpuh dan memaksa Jasa Marga menerapkan rekayasa lalu lintas contraflow sepanjang lima kilometer, Jum’at (28/11). Kebijakan ini diterapkan atas diskresi Kepolisian mulai pukul 13.33 WIB dari Km 10 hingga Gerbang Tol (GT) Belawan.

Langkah darurat tersebut diambil setelah jalur menuju Belawan tak dapat dilalui sejak Kamis malam (27/11) pukul 20.00 WIB. Seluruh kendaraan terpaksa dialihkan melalui GT Mabar 2. Genangan di Km 7 arah Medan disebut dipicu curah hujan tinggi dampak Siklon Tropis Senyar, ditambah pasang laut yang memperparah luapan Sungai Deli.

Petugas lapangan memasang rambu dan rubber cone pada seluruh jalur contraflow untuk mengatur arus kendaraan. Namun upaya ini tidak menutup fakta bahwa banjir kembali memperlihatkan rentannya infrastruktur vital di Kota Medan, termasuk tol yang selama ini menjadi jalur logistik menuju Pelabuhan Belawan.

Senior Manager Representative Office 1 JNT, Ahmad Fikri, menyatakan penanganan telah dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Kepolisian dan instansi terkait. “Kami memastikan pelaksanaan rekayasa lalu lintas berjalan aman dan terkendali. Pengguna jalan diimbau mengikuti arahan petugas dan tetap berhati-hati,” ujarnya.

Meski demikian, penerapan contraflow ini kembali memunculkan pertanyaan publik mengenai mitigasi banjir yang belum optimal, terutama mengingat Tol Belmera berulang kali terdampak luapan Sungai Deli dalam beberapa tahun terakhir. Minimnya langkah struktural di hulu sungai, sedimentasi yang terus meningkat, serta lambatnya respons atas peringatan cuaca ekstrem memperkuat kritik bahwa penanganan banjir di kota ini masih bersifat reaktif.

Tidak hanya mengganggu mobilitas masyarakat, lumpuhnya akses tol menuju Belawan juga berpotensi menghambat arus logistik dan distribusi barang ke luar dan dalam Sumatera Utara. Kondisi ini menambah tekanan pada ketahanan distribusi dan dunia usaha.

Jasa Marga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pengendara selama pelaksanaan contraflow. Pengguna jalan diminta mengatur waktu perjalanan, memastikan kecukupan bahan bakar, mematuhi rambu, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Namun di tengah permintaan maaf dan rekayasa teknis ini, berbagai pihak menilai bahwa kejadian tersebut seharusnya menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk memperkuat infrastruktur pengendali banjir, mempercepat normalisasi sungai, dan memperbaiki tata kelola lingkungan agar ruas tol yang menjadi nadi ekonomi Sumatera Utara tak terus-menerus lumpuh setiap kali hujan deras datang.

Sumber : Rilis/Ngatirin

Tinggalkan Balasan

spot_img

Berita Pilihan

Ditjenpas Sumut Pimpin Razia Berskala Besar di Rutan I Medan, 500 Warga Binaan Dites Urine

mimbarumum.co.id - Apel gelar pasukan razia gabungan berskala besar menandai dimulainya penggeledahan menyeluruh di Rutan Kelas I Medan, Jumat...