Politik Banjir dan Mental Proyek: Ketika Medan Tak Pernah Kering dari Janji

Berita Terkait

Setiap musim hujan, Kota Medan kembali diuji, bukan oleh air, tapi oleh ingatan. Ingatan akan janji-janji yang berulang di antara genangan. Dari Wali Kota ke Wali Kota, dari proyek ke proyek, Medan seolah hanya ganti spanduk, tapi tidak pernah ganti nasib.
Lebih dari seratus miliar rupiah mengalir tiap tahun untuk mengeringkan kota ini. Namun angka-angka di laporan keuangan tak pernah berbanding lurus dengan keadaan di lapangan. Dari 960 titik banjir pada 2019, kini menjadi lebih dari 1.300 titik. Air justru menemukan jalan-jalan baru untuk meluap ke arah yang tak pernah masuk dalam peta proyek.
Kolam retensi yang diklaim sebagai solusi, kini lebih sering menjadi taman wisata ketimbang sistem penahan air yang efektif. Kolam USU berdampingan dengan Jalan Dr Mansyur yang tetap tergenang. Kolam Martubung dikelilingi banjir rob yang datang saban pasang. Kolam Selayang, berdiri gagah di atas lahan mahal, tapi tak mampu menampung luapan Babura yang liar.
Laporan BPBD menyebut durasi surut di kawasan inti kota berkisar dua hingga lima jam, tapi di Medan Utara bisa lebih dari delapan jam. Padahal setiap tahun, APBD mengalir deras. Tahun ini saja, Rp128 miliar diserap untuk proyek drainase dan pompa. Namun, hasilnya tetap sama, warga harus memompa air dari ruang tamu dengan ember, bukan mesin.
Di sinilah “politik banjir” menemukan panggungnya. Ketika proyek fisik dijadikan ukuran keberhasilan, bukan air yang surut atau warga yang terbebas dari genangan. Di meja penganggaran, setiap titik banjir bisa diterjemahkan jadi angka kontrak, bukan angka penderitaan.
Kota ini butuh keberanian baru, bukan membangun lebih banyak kolam, tapi membongkar kebijakan yang dangkal. Sebab akar persoalan banjir di Medan bukan sekadar teknis, melainkan moral. Selama banjir hanya dianggap proyek, genangan akan tetap setia.
Tulisan ini sudah terbit di edisi cetak Koran Mimbar Umum dan platform e-paper : https://www.myedisi.com/mimbarumum dengan judul : Politik Banjir dan Mental Proyek

Tinggalkan Balasan

spot_img
spot_img

Berita Pilihan

Tom Lembong dan Pertanyaan Tentang Kepercayaan kepada Hukum

Pada episode sebelumnya kita sampai pada satu pertanyaan, bagaimana kalau masyarakat tidak sepenuhnya percaya kepada orang yang diberi kewenangan...