mimbarumum.co.id – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumatera Utara, KH Muhammad Nuh, langsung bereaksi keras atas serangan udara militer Israel yang menghantam ibu kota Qatar, Doha, Selasa (9/9/2025) petang waktu setempat.
Melalui status WhatsApp pribadinya, senator yang juga dikenal sebagai tokoh agama ini menyebut tindakan Israel sebagai kebiadaban yang semakin terang benderang di hadapan dunia.
“Inilah kebiadaban Israel, menyerang Qatar,” tulisnya singkat namun tegas.
Nuh menilai, serangan tersebut bukan sekadar agresi militer biasa, melainkan upaya nyata menggagalkan proses perdamaian. Ia mengungkapkan bahwa target serangan diyakini adalah tim negosiator Hamas yang tengah menyiapkan proposal gencatan senjata di Jalur Gaza.
“Serangan ini semakin memperlihatkan Israel tidak menginginkan perdamaian. Justru mereka ingin memperluas konflik,” ujarnya.
Desak Liga Arab hingga PBB Bertindak
Dalam pernyataannya, Nuh menegaskan bahwa langkah kecaman semata dari dunia internasional sudah tidak lagi memadai. Menurutnya, Liga Arab, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), hingga PBB harus segera mengambil tindakan nyata dan bersikap tegas terhadap Israel.
“Serangan itu jelas melanggar hukum internasional, juga kedaulatan sebuah negara yang dijamin PBB. Dunia tidak bisa lagi hanya menonton,” tegasnya.
Nuh juga mengingatkan bahwa dalam kurun 24 jam terakhir, agresi Israel tidak hanya menyasar Qatar, melainkan juga menghantam Lebanon, Suriah, Tunisia, dan Palestina (Gaza).
“Apa kebiadaban Israel masih mau terus dibiarkan oleh negara-negara Arab, negara-negara Islam, bahkan dunia?” tandasnya.
Konteks yang Makin Panas
Reaksi cepat senator asal Sumut ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran publik Indonesia terhadap eskalasi terbaru di Timur Tengah. Serangan ke Doha menandai babak baru, di mana Israel kini berani meluaskan target militernya hingga ke jantung negara Arab yang relatif aman selama konflik berlangsung.
Sikap KH Muhammad Nuh ini sekaligus menjadi sinyal bahwa isu Palestina dan Timur Tengah tetap mendapat perhatian kuat dari wakil-wakil daerah di Indonesia, terlebih ketika situasi global kian menajam.
Reporter : Ngatirin/rel



