mimbarumum.co.id – Pengamat pendidikan Apiek Gandamana, S.Pd., M.Pd. mengatakan, instrumen penilaian yang digunakan oleh guru harus mampu merefleksikan semangat inovasi dan kemajuan teknologi. Ia menekankan pentingnya transformasi menyeluruh dalam dunia pendidikan, tidak hanya pada aspek pengajaran, tetapi juga pada sistem penilaian.
“Transformasi pendidikan bukan hanya terjadi di ruang kelas ketika guru mengajar, tetapi juga pada bagaimana guru menilai siswa. Penilaian yang berbasis teknologi memungkinkan proses evaluasi yang lebih cepat, akurat, dan personal, serta meningkatkan motivasi belajar siswa melalui pendekatan yang lebih menarik,” katanya kepada Mimbar Umum Online, Minggu (31/8/25), via chat WhatsApp.
Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Medan (Unimed) beserta anggota Prof. Dr. Wildansyah Lubis, M.Pd., Dr. Winara, S.Si, M.Pd, dan Anggili Pratama, M.Pd. serta mahasiswa Yusron Abda’u Ansya, Mutiara Nabila, Rani Marisanta Br. Simanjuntak, Cindy Aulia Aprianti, dan Elwin Dermawan Samosir itu belum lama ini melakukan rangkaian kegiatan Pendampingan Penyusunan Instrumen Penilaian Pembelajaran Pendidikan Pancasila Berbasis Smart Technology di UPT SPF SDN 101799 dan UPT SPF SDN 101800 Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (8/8/25) lalu.
Dalam kegiatan dimoderatori Dr. Halimatussakdiah, S.Pd., M.Hum. itu, Apiek Gandamana mengajak para guru untuk terbuka terhadap perubahan dan terus meningkatkan kapasitas diri dalam mengikuti perkembangan teknologi digital yang kini menjadi bagian integral dari pendidikan modern.
Dr. Winara, S.Si., M.Pd., sebagai narasumber pertama memberikan paparan mendalam tentang pentingnya integrasi teknologi cerdas dalam sistem penilaian pembelajaran. Ia menjelaskan bahwa penilaian tidak boleh lagi dipandang sebagai aktivitas administratif semata, tetapi sebagai bagian integral dari proses pembelajaran yang mampu membentuk karakter, mengasah nalar kritis, serta memperkuat nilai-nilai Pancasila.
“Teknologi dapat digunakan sebagai alat untuk membangun instrumen penilaian yang lebih variatif, interaktif, dan menyenangkan. Melalui teknologi, guru dapat menciptakan kuis dan soal yang responsif terhadap kebutuhan siswa,” jelasnya.
Ia juga memaparkan prinsip-prinsip penilaian autentik dan adaptif, serta tantangan dan solusi dalam pelaksanaannya di tingkat sekolah dasar.
Narasumber kedua, Anggili Pratama, M.Pd., melatih peserta untuk terlibat secara langsung dalam praktik penggunaan berbagai aplikasi penilaian digital. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan dan dibimbing menggunakan platform seperti Kahoot!, Quizizz, Wordwall, Plickers, dan Google Forms.
Pelatihan dilakukan secara bertahap, mulai dari membuat akun, menyusun soal interaktif, hingga cara mengevaluasi hasil kuis secara otomatis. Anggili menjelaskan bahwa keberhasilan penggunaan teknologi dalam pembelajaran sangat tergantung pada pemahaman guru terhadap fungsi dan fitur aplikasi tersebut.
“Tujuan kami adalah agar para guru tidak hanya tahu cara menggunakan aplikasi, tetapi juga mampu merancang instrumen yang relevan, bermakna, dan dapat memetakan capaian belajar siswa secara komprehensif,” ujarnya.
Kepala UPT SPF SDN 101799 Sri Gusmiati, S.Pd., M.Pd. menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif yang dilakukan oleh Tim PKM Unimed. Ia mengungkapkan, kegiatan ini menjawab tantangan nyata yang dihadapi guru di sekolah, terutama dalam penyusunan penilaian yang lebih adaptif dan kontekstual di era digital.
Hal senada disampaikan Kepala UPT SPF SDN 101800, Ernawati, S.Pd. Ia menyambut baik kolaborasi ini sebagai bentuk sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan sekolah dasar. Dia berharap, kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan, diperluas, dan bahkan menjadi agenda rutin tahunan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Kegiatan ini berlangsung secara interaktif dan aplikatif. Para peserta tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi juga aktif melakukan praktik penyusunan instrumen penilaian berbasis teknologi sesuai dengan karakteristik mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Antusiasme guru terlihat dari keaktifan mereka saat diskusi dan praktik.
• Suyadi San


