Tia Ayu Anggraini: Program Cek Kesehatan Gratis dan MBG Memiliki Dampak Positif

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Pelaksanaan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan berlangsung di Jalan Jala 20, Lingkungan 25, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Sabtu (23/8) dan Minggu (24/8) kemarin. Kegiatan yang diikuti sekitar 1.000 peserta ini digelar selama dua hari, dimulai pukul 10.00 WIB pada Sabtu dan pukul 16.00 WIB pada Minggu.

Acara dibuka dengan doa bersama yang dipimpin Ustad Fauzi dan Ustad Rafli, dilanjutkan dengan sambutan dari anggota DPRD Kota Medan, Tia Ayu Anggraini. Dalam sambutannya, Tia memaparkan pentingnya Perda Sistem Kesehatan Kota Medan dan mengingatkan masyarakat agar lebih peka terhadap kesehatan serta peran penting para pelaku di bidang kesehatan.

“Tiap program yang dijalankan, seperti pengecekan kesehatan gratis oleh pak Prabowo dan program MBG (Makanan Bergizi) untuk anak muda, memiliki dampak positif nyata,” ujar Tia.

Ia menambahkan, banyak pelajar yang merasakan manfaat dari program tersebut, seperti penurunan angka minus pada mata serta pertumbuhan berat badan yang baik.

Pada sesi tanya jawab, beberapa warga mengajukan keluhan dan pertanyaan. Cecep dari Lingkungan 25 Rengas Pulau mengeluhkan pelayanan di puskesmas setempat. Siti Sri Ninggis dari Lingkungan 29 menanyakan prosedur mendapatkan bantuan BPJS Kesehatan gratis, sementara Supomo dari Rengas Pulau ingin mengetahui kapan anaknya bisa menerima program MBG.

Menanggapi keluhan tersebut, Tia menyampaikan bahwa masalah pelayanan puskesmas memang menjadi perhatian utama DPRD. “Dalam rapat kerja dengan kepala puskesmas, kami mendorong perbaikan pelayanan, penambahan tenaga medis, dan pembaruan fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Tia juga menjelaskan bahwa bantuan BPJS gratis merupakan ranah Dinas Sosial dan warga bisa mengajukan permohonan melalui kelurahan setelah mengecek data Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Terkait program MBG, Tia menjelaskan bahwa penerima manfaat tergantung pada jarak sekolah dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). “Sekolah anak bapak harus berada dalam radius 6 km dari dapur bergizi agar bisa menerima manfaat. Oleh karena itu, masih diperlukan penambahan dapur bergizi di wilayah Medan untuk menjangkau lebih banyak anak,” jelasnya.

Acara diakhiri dengan doa penutup dan pembagian seminar kit. Hadir dalam kegiatan tersebut tokoh masyarakat setempat serta kepala lingkungan.

Reporter: Jafar Sidik

Tinggalkan Balasan

spot_img

Berita Pilihan

Aris Rinaldi Nasution Kembali Nahkodai Forwakum Sumut

mimbarumum.co.id - Aris Rinaldi Nasution, SH, kembali nahkodai Forum Wartawan Hukum (Forwakum) Sumatera Utara (Sumut) untuk periode 2026-2029. Berdasarkan hasil...