Gandeng AI dan Platform Digital, Unimed Bekali Guru SDN 101797 Delitua Rancang Pembelajaran Kolaboratif Berbasis Kearifan Lokal

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Medan (Unimed) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) resmi menggelar program pendampingan guru di UPT SPF SDN 101797 Delitua. Kegiatan ini berlangsung pada 26 Juni dan 3 Juli 2026 mengusung tema strategis: “Pendampingan Peningkatan Kompetensi Guru dalam Perancangan Pembelajaran Kolaboratif Berbasis Kearifan Lokal Terintegrasi Platform Digital.”

Program dalam upaya mendorong transformasi pendidikan dasar adaptif terhadap perkembangan zaman ini dipimpin Dr. Nurmayani, M.Ag, didampingi tim ahli yang Dr. Hapni Laila Siregar, S.Ag., M.A., Dr. Nurhairani, S.Pd., M.Pd., Sugianto, S.Pd.I., M.A., serta dibantu asisten PKM, Yusron Abda’u Ansya, S.Pd.

Dalam sambutannya, Dr. Nurmayani menegaskan, guru adalah ujung tombak terciptanya pembelajaran bermakna. Ia menyebut kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan bagian dari ikhtiar strategis untuk memicu inovasi berkelanjutan di ruang kelas.

“Tujuan utama kami adalah meningkatkan kapasitas guru di SDN 101797 Delitua agar mampu mengembangkan modul ajar yang kontekstual, kolaboratif, serta memadukan nilai-nilai kearifan lokal dengan kecakapan teknologi digital. Harapannya, tercipta ekosistem belajar yang relevan dengan kebutuhan dan masa depan siswa,” ujar Dr. Nurmayani.

Kegiatan ini, katanya lagi, merupakan wujud nyata sinergi akademisi dan praktisi pendidikan dalam menjawab tantangan pembelajaran abad ke-21, sekaligus mendukung pilar strategis Asta Cita pemerintah dalam penguatan SDM unggul sejak usia dini.

Deep Learning dan Kekuatan Kearifan Lokal

Memasuki sesi inti, Dr. Nurhairani, S.Pd., M.Pd. mengupas pentingnya pendekatan Deep Learning dalam Kurikulum Merdeka. Ia menjelaskan, pembelajaran tidak lagi berpusat pada hafalan, tetapi pada pemahaman mendalam melalui interaksi sosial dan eksplorasi budaya.

“Kearifan lokal di sekitar Delitua adalah laboratorium kehidupan. Ketika nilai-nilai budaya diangkat sebagai konteks belajar dan dipadukan dengan kerja kolaboratif, siswa akan belajar secara kognitif dan emosional sekaligus. Mereka tidak hanya mencintai identitasnya, tetapi juga siap bersaing di kancah global,” jelas Nurhairani.

Penguatan materi berlanjut dengan paparan Dr. Halimatussakdiah, S.Pd., M.Hum., yang membahas implementasi taktis pembelajaran kolaboratif. Ia menekankan, ruang kelas efektif adalah ruang diskusi hidup, guru berperan sebagai perancang aktivitas yang mendorong kerja sama, tukar gagasan, dan refleksi bersama.

“Dampaknya bukan hanya akademis, tapi juga penguatan karakter sosial, toleransi, serta kepedulian terhadap lingkungan dan budaya lokal,” tegasnya.

Pada sesi praktik paling dinanti, Riti Humaya, S.Pd. membimbing para guru secara langsung memanfaatkan ekosistem digital. Mulai dari desain visual dengan Canva, pengumpulan data lewat Google Form, pemanfaatan kecerdasan buatan melalui Magic School AI, hingga evaluasi interaktif berbasis gamifikasi seperti Quizizz dan Blooket. Integrasi ini ditujukan agar konten kearifan lokal dikemas secara modern dan menarik bagi generasi alfa.

Tak hanya menyusun modul, para guru juga menjalani simulasi mengajar (microteaching) di hadapan tim ahli dan sejawat. Sesi ini memberi ruang bagi pengalaman langsung serta umpan balik real-time untuk menyempurnakan metode pengajaran sebelum diterapkan di kelas.

Respos Positif dan Komitmen Keberlanjutan

Kepala UPT SPF SDN 101797 Delitua Siti Salamah, S.Pd., M.Pd. menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif tim PKM Unimed. Ia mengakui, pelatihan ini sangat membuka cakrawala baru dan memberikan dampak nyata bagi transformasi guru di sekolahnya.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran tim Unimed. Di era digital, guru harus terus bertransformasi agar tidak tertinggal. Pelatihan integrasi teknologi dan AI berbasis kearifan lokal ini sangat bermanfaat dan kami berharap program seperti ini bisa terus berlanjut secara berkelanjutan,” ujarnya.

Komitmen Tim PKM LPPM Unimed tidak berhenti pada pelatihan. Program akan terus didampingi melalui skema monitoring, evaluasi, dan pendampingan daring secara berkala untuk memastikan kompetensi guru meningkat maksimal dan berkelanjutan.

Seluruh rangkaian kegiatan pengabdian ini didukung penuh oleh Pendanaan Dana PNBP Universitas Negeri Medan Tahun Anggaran 2026, berdasarkan Surat Keputusan Rektor Unimed Nomor 063/UN33.8/PPKM/PKM2026. Hal ini menegaskan komitmen Unimed dalam menjawab tantangan pendidikan nasional melalui aksi nyata berbasis riset dan pengabdian bermutu.

• Suyadi San

Tinggalkan Balasan

spot_img

Berita Pilihan

BRIN Gelar Pelatihan ‘CULTURA’, Kupas Tips dan Trik Lolos Pendanaan Riset Eksternal

mimbarumum.co.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Bahasa, Sastra, dan Komunitas pada Organisasi Riset (OR)...