mimbarumum.co.id – Pelaksanaan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) tahun ini diperkirakan bakal diisi 500 stand dari beragam produk. Penyelenggara juga mengalokasikan khusus untuk 75 stand UKM.
“Stand kita tahun ini banyak, ada 500 stand. Sebanyak 75 stand sengaja disiapkan untuk para UKM di Sumatera Utara khususnya Medan agar bisa mempromosikan dan menjual produknya di sana,” kata Muhammad Ferry Budiman Sumbayak, Selasa (6/3/19) di Medan.
Promotor itu mengatakan, pihaknya menyiapkan stand khusus UKM tepat di belakang panggung budaya. Jika sebelumnya para UKM memamerkan produknya di lapak-lapak dan tenda teratak, maka pada tahun ini para UKM akan ditempatkan pada tenda kerucut yang bagus dan menarik.
“Pokoknya tahun ini akan lebih baru lagi tampilannya. Untuk stand UKM kita akan buat menarik dan berkonsep sehingga memiliki daya tarik yang instagramble,” ucapnya saat konferensi pers yang digelar di Kantor Gubernur,
Stand-stand lain yang akan memenuhi area PRSU itu, antara lain stand otomotif, consumers good, fashion, hobies dan dan juga stand Ilmu Teknologi (IT).

Keprotokolan Setdaprovsu, foto bersama usai konfernsi pers. (Mimbar/Anti)
Bagi para penikmat kopi, penyelenggara menghadirkan “Kampung Kopi. “Khusus kampung kopi, masyarakat akan bisa menikmati kopi dan berbagai kegiatannya seperti talk show Coffee, workshop, free cupping sessions, dan juga ada edukasi kopi.
“Inovasi baru yaitu kampung kopi, forum bisnis, fun run hadir di PRSU. Jadi tidak hanya sebagai hiburan semata tetapi juga ada nilai edukasinya,” kata Ferry.
Ferry menambahkan, PRSU Now 2019 itu juga akan menampilkan miniatur 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Dia menargetkan jumlah kunjungan hingga sebanyak 600 ribu pengunjung.
Sementara itu, Ilyas S. Sitorus selaku Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu dalam kesempatan itu mengharapkan pelaksanaan PRSU itu bisa dimanfaatkan sebagi event pariwisata budaya sekaligus forum bisnis serta tempat berkumpulnya anak-anak muda.
Ajang tahunan itu rencananya akan dibuka Gubernur Sumtera Utara, Edy Rahmayadi pada tanggal 8 Maret 2019 dan berakhir pada tanggal 8 April 2019. Para bupati/wali kota, tokoh adat dan tokoh masyarakat juga diperkirakan akan hadir.
Ketua Panitia, Nuzirwan Lubis menyebutkan, tiket masuk ke lokasi acara untuk kunjungan pada hari Senin-Kamis sebesar Rp20 ribu perorang, sedangkan untuk hari Jum’at-Minggu tiket masuknya seharga Rp24 ribu peorang.
Memeriahkan pagelaran itu, pihak panitia juga menghadirkan sejumlah artis ibukota dan daerah. (YF/ML)