mimbarumum.co.id – Warga asing berbondong-bondong meninggalkan Indonesia dan memilih ‘pulang kampung’ ke negaranya. Selain warga Jepang, hal tersebut juga dilakukan warga negara (WN) China.
Seperti diketahui, berdasarkan Data Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandar Udara Soekarno-Hatta sejak 1 hingga 23 Juli saja, ada 2.056 warga China yang keluar RI dan memutuskan pulang kampung.
“Alasan kepergian kami tak mengetahui,” kata Kabid Tikim Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Sam Fernando kepada CNBC Indonesia, dikutip Sabtu (31/7).
Tidak hanya China, beberapa negara lain juga melakukan hal yang sama. Sebanyak 2.387 WN Jepang telah meninggalkan RI. Diikuti oleh Korea Selatan (1.537), Amerika Serikat (1.280), Prancis (794), Inggris (664), Rusia (644), Jerman (563), Belanda (475), Arab Saudi (455), dan India (449).
Sejumlah warga negara Asia Tenggara juga tercatat. Di mana 353 warga Filipina telah meninggalkan Indonesia, diikuti oleh Thailand (207), Malaysia (295), dan Singapura (112).
Khusus untuk China belum ada pengumuman resmi dari negaranya jika meminta warganya angkat kaki dari Indonesia. Ini berbeda dengan sejumlah perusahaan Jepang atau pemerintah Arab Saudi yang secara khusus meminta warganya segera meninggalkan RI.
Kekhawatiran akan kasus Covid-19 menjadi penyebab. Ini seiring dengan munculnya varian Delta yang sangat mudah menular, ditambah penuhnya fasilitas medis dan kurangnya oksigen di rumah sakit.
Sementara itu, Arab Saudi akan kembali mengevakuasi warganya dari Indonesia pada Minggu (1/8), setelah sebelumnya evakuasi dilakukan pada Senin (26/7) sebagaimana dilaporkan oleh Gulf News.
Bahkan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Essam Abed Al-Thaqafi membenarkan ini.
“Dua penerbangan repatriasi akan membawa kembali 200 warga Saudi. Ada dua warga Saudi yang terinfeksi Covi-19 varian Delta dalam kondisi kritis,” tulis media tersebut mengutip Abed Al-Thaqafi. (cnbc)
Editor : Jafar Sidik